Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TAFSIRAN ALKITAB:


Jawaban 25:


(a) Ula 6:4. (b) 1 Yo 5:7. (c) 2 Kor. 13:13.

Kejadian 1:26  Berfirmanlah Allah: "Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA.

2 Kor. 13:13  Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.


TAFSIRAN/ studi    KH-Minggu ke-8:

Minggu-KH kedelapan ini membahas "Tritunggal Allah yang Esa"

Dua tema utama dalam perbahasan ini:
1.
Ini adalah kebenaran yang tak terbantahkan, karena Tuhan sendiri mengatakannya.
2. Ini adalah sumber berbagai penghiburan.

Titik perhatian-1:  Allah Bapa dan ciptaan kita

Pendahuluan
Bapa-bapa leluhur kita, dalam memenuhi pengetahuan kita yang terbatas dan sedikit pemikiran dan pikiran kita, telah meringkas kebenaran utama dari Alkitab dalam Artikel-artikel Pengakuan Iman kami, yang tidak diragukan lagi iman Kristen. Dan itu sebagai inti utama kepercayaan, sebagai spanduk untuk kita, karena tidak ada yang bisa menghafal keseluruhan Alkitab. Bahwa kita harus benar-benar mempercayai inti utama yang telah mereka meringkaskan dari Alkitab, sebagai kutipannya, sebagai kumpulan pemikiran Allah, dan bahwa iman itu akan merangkul seluruh Firman Allah.


Pengetahuan tentang Tuhan, seperti yang diajarkan guru kepada kita, bukanlah semacam konsep tentang Tuhan, dimana tidak ada kemanjuran di dalamnya. Karena apa yang kita miliki tentang konsep tentang Tuhan, apa konsep orang lapar tentang konsep roti? Itu membuat rangsangan kelaparan semakin parah. Apa yang dimiliki anak yatim pada konsep ayah? Dia pasti ingin punya ayah. Apa yang kita miliki tentang konsep Tuhan? Kita harus memiliki Tuhan untuk hati kita, yakni kita milik Dia. Siapa yang menyelamatkan kita. Siapakah hidup kita. Tapi kemudian pendidikan juga sesuai dengan keinginan hati yang terbuka. Kemudian mengetahui sudah diketahui dengan iman.

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Mengetahui Bapa sebagai Tuhan, Putra sebagai Juruselamat, Roh Kudus yang menguduskan. Ini adalah hidup yang kekal, Anda akan mendengarnya. Tidak demikian, jika kita semua tahu siapa Bapa, siapakah Anak itu, siapakah Roh Kudus itu? Maka Anda masih harus diselamatkan. Tidak, ini adalah hidup yang kekal, sehingga pengetahuan yang disajikan di sini pada Minggu-KH ke 8 adalah hidup yang kekal. Jika kita benar-benar mengetahui hal ini, ketahuilah dengan hati kita, maka kita bahagia. Itulah bagaimana hal itu sampai ke hati kita, demikian juga Allah mewahyukan diri untuk keselamatan.

Orang-orang bukan Kristen tidak memiliki pengetahuan ini. Tentu saja, setelah kejatuhan, pengetahuan pasti tentang Tuhan telah ditinggalkan oleh setiap orang. Tapi pengetahuan itu tidak cukup untuk keselamatan. Tidak ada seorangpun yang dapat memiliki pengetahuan tentang Tuhan di luar Kitab Suci, yang meluas menuju keselamatan kekal. Itulah yang Tuhan sediakan bagi mereka yang mendengar Firman. Dalam kehidupan yang Firman itu diucapkan oleh Roh Kudus. Itu adalah pengetahuan penyataan melalui Roh Kudus. Di tempat pertama dikatakan bahwa Allah Bapa menciptakan kita. Tapi Dia juga Pencipta batin baru, rencana keselamatan berasal dari Dia. Melalui Dia kita dipanggil di lapangan gereja. Dia bertemu dengan gereja-Nya. Dia juga mengatakan bahwa setiap potongan roti, setiap tegukan minuman, setiap pakaian, setiap rumah yang kami terima dari Tuhan, semua kebaikan yang kami miliki di bumi, kami menerimanya dari tangan Bapa. Ya, kami tahu, dan itu sangat penting untuk diketahui, bahwa cobaan, kontradiksi, pukulan, kesedihan, kelemahan dari tangan Bapa juga datang kepada kita. Sekarang, tidak ada yang bisa mengganggu kita. Seandainya saja kita melihatnya dengan tepat, jika Anda benar-benar mempercayainya, sebagai anak, kita memiliki Bapa, Pencipta dan Pencipta hati baru.

Titik perhatian-2:  Allah Anak dan keselamatan kita

Allah Anak itu, oleh siapa rencana keselamatan telah ditetapkan, oleh siapa Allah telah memberikan keselamatan. Dia menyerahkan diri-Nya kepada Bapa dalam "Sidang Damai" di Surga sebelum dunia ada, untuk menjadi Penjamin dengan segenap hati-Nya, bagi semua orang pilihan Allah. Dan Dia tidak mengabaikan kapan kegenapan waktunya berada di sana untuk melakukan apa yang Dia janjikan kepada Bapa. Apa gunanya berbicara tentang Allah, jika Dia bukan Allahku? Apa gunanya berbicara tentang Yesus jika saya tidak menginginkan Dia sebagai Penjamin saya, sebagai penebus saya, sebagai Juruselamat saya? Lewat imajinasi, semua yang saya katakan tentang Dia, jika saya tidak berbicara tentang Dia, seperti Tuhanku dan Kristus saya dan Penebusku. Itulah sebabnya Allah telah mengutus Dia ke dalam dunia ini, oleh karena itu kita dapat berbicara tentang Dia sekarang, supaya kamu percaya kepada-Nya, supaya kamu datang dan berkata, "Ya Allah, apakah Engkau melakukan ini untukku? Dalam penyerahan satu-satunya Anak Tunggal, Yang sangat berharga untuk dirimu. Dia yang menjadi miskin untuk menyelamatkan orang berdosa. Dari itulah Artikel-artikel Pengakuan Iman ini berbicara di bagian kedua.

Titik perhatian-3:  Allah Roh Kudus dan pengudusan kita

Saat Roh Kudus melayang-layang di atas air, memberi hidup kepada yang diciptakan, yang adalah kehidupan untuk yang diciptakan, demikian juga Roh Kudus pencipta kembali batin manusia. Allah Bapa tidak melakukan apapun di luar Anak-Nya dan Bapa dan Putra tidak melakukan apa-apa selain oleh Roh Kudus. Roh Kudus tidak dilahirkan, tidak diciptakan, tetapi Dia keluar dari Bapa dan Anak. Dia tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada diri-Nya sendiri. Segala sesuatu yang Dia berikan kepada kita, yang Dia ambil dari Kristus, Dia menerima dari Bapa dan bahwa Dia memberikannya kepada milik-Nya, kepada gereja Allah, kepada kawanan Kristus, ke jumahat-Nya. Dan pengudusan kita, itulah bagian ketiga dari 12 artikel kita. Itu adalah pengudusan kita, karena tanpa kekudusan tidak ada yang akan melihat Allah. Untuk sampai ke surga, kita membutuhkan Roh Kudus, kita harus menjadi kudus. Dan Dia yang menguduskan kita adalah Roh Kudus. Oh, Roh Kudus tidak berbicara tentang diri-Nya sendiri, namun mengungkapkan diri-Nya dalam pekerjaan-Nya. Roh Kudus sebagai pengudusan kita. Ya, kita semua memiliki kepentingan terbesar dalam hal itu. Dialah yang membuat segalanya baru. Pernahkah kita mempertimbangkan kasih Roh Kudus? Seperti Bapa memberikan Anak-Nya karena kasih dan saat Yesus menyerahkan nyawa-Nya karena kasih, maka Roh Kudus turun dari takhta Allah dan Ia mengunjungi kandang binatang hidup kita dan mengubah hati kita yang berdosa, menjadi bait suci. Roh Kudus telah merendahkan diri-Nya dengan meninggalkan istana Bapa dan Anak dan memilih hati kita, menjadi binatang buas, untuk menjadi tempat kediaman-Nya, untuk menguduskan hati itu ke bait Allah. Di sini mulailah pujian bagi Allah Tritunggal untuk naik dari jiwa yang diselamatkan.

Mengingat bahwa hanya ada satu Zat ilahi saja, apa sebabnya Saudara menyebutkan Bapa, Anak, dan Roh Kudus? Guru mengatakan, karena Tuhan telah menyatakan diri-Nya di dalam Firman-Nya. Itu adalah bagian bawah di mana ia berdiri. Oleh karena itu, bagian bawah ini tidak tergoyahkan, itu adalah batu karang. Kita tahu dari berbagai tempat Alkitab bahwa ada Allah Tritunggal.

Dalam Perjanjian Lama
- Ayat penciptaan: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita (Kej.1:26)
- Ayat dari Mazmur 33:6: Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya    segala tentaranya.
- Ayat dari Mazmur 104:30: Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau    membaharui muka bumi.
- Juga ayat-ayat di mana Daud berbicara: Mazmur 110:1 Demikianlah firman TUHAN kepada    Tuhanku (The LORD said unto my Lord):   Dimana dua orang pribadi disebutkan.

Dalam Perjanjian Baru
1 Yoh. 5:6-8  Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Dengan demikian, Allah telah menyatakan dengan jelas di dalam Firman-Nya, bahwa ada satu Pribadi Ilahi yang kita sebut Allah. Dan bahwa Ilahi ini mengungkapkan diri-Nya dalam tiga Pribadi Ilahi: Bapa, Anak dan Roh Kudus, yang di dalamnya Bapa adalah satu, Anak adalah satu dan Roh Kudus adalah satu. Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah. Namun bukan ada tiga Allah, tidak ada tiga Bapa, tidak ada tiga Anak dan tidak ada tiga Roh Kudus. Tapi ketigahan itu adalah tiga Pribadi dan satu-satunya Pribadi Ilahi. Allah bilangnya begitu. Ini adalah misteri yang Allah telah ungkapkan tentang diri-Nya dan bahwa kita dapat beribadah karena Allah telah memproklamirkannya.

Pekerjaan Bapa, Anak dan Roh Kudus
Tanpa jatuh ke dalam sistem tertentu, kita menemukan tatanan ilahi dalam Firman Tuhan dan dalam menemukan orang-orang kudus. Dan itu milik tatanan ilahi itu, bahwa Bapalah yang menarik orang berdosa yang telah mati dalam dosa, bahwa Anaklah yang menebus orang berdosa dan bahwa Roh Kuduslah yang menerapkan penebusan ke dalam hati.

Yesus pernah berkata: Yohanes 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.

Dan Dia juga berkata: Yohanes 14: 6 "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Dalam praktik hidup kita, saya hanya dengan iman yang benar layak memuliakan Tuhan, yang sebagai Bapa mengutus Firman Kebenaran-Nya, yang sebagai Bapa menciptakan manusia sebagai manusia baru, yang di dalam ciptaan-Nya baru ini mengutus Roh-Nya, yang menanamkan firman-Nya di dalam hati baru, menunjukkan kepada kita bahwa kita telah jatuh jauh dari Dia. Bapa tidak melakukan apa-apa di luar Kristus, karena Dia adalah api yang memakan dan api yang menyala sengit abadi di luar Kristus. Setiap persesuaian antara Bapa dan orang berdosa adalah sebuah persesuaian dalam pengorbanan Yesus Kristus. Dan Tuhan Yesus tidak pernah melakukan sesuatu di luar Roh Kudus. Jika Bapa menarik saya, jika Anak mengajarkan saya melalui kerja keras-Nya, maka Roh Kuduslah yang menunjukkan hal itu kepada saya. Roh Kudus pertama datang untuk hidup di dalam hati, untuk mengubah hati, untuk memperbarui pikiran dan mengatur kehidupan. Dan Roh Kudus itu menjangkau firman Kristus, firman nubuatan itu, dan Dia menempatkannya di dalam hati, dalam pikiran dan kehendakku sepanjang hidupku, sehingga aku menerima firman itu, sehingga aku dapat melihat dosa-dosaku, sehingga aku mengaku aku berbuat salah.

Kita juga secara bertahap mengenal Roh Kudus
Inilah wahyu-wahyu, inilah rahasia-rahasia penyelamatan, yang Tuhan ajarkan kepada anak-anak-Nya. Tidak ada pena yang bisa menggambarkannya, tidak ada lidah yang bisa melaporkan belas kasihan itu, saat Tuhan membuat kita melihat Yesus Kristus. Kemudian kita juga secara bertap mengenal Roh Kudus. Bagaimana? Nah, kemudian kita mengetahui waktunya, bahwa kita dapat tunduk kepada Tuhan dengan hangat, lalu kita mengetahui waktunya, bahwa Yesus adalah segalanya bagi kita. Kemudian kita mengetahui waktu, bahwa hati kita terus-menerus mengalir dengan kasih Tuhan. Bahwa kita bisa mengatakannya dengan penyair: Kalau saya terbangun, masih saja aku bersama-sama Engkau (Mzm.139: 18). Kemudian kita tahu dari kerja-Nya, bahwa Roh Kudus ada di dalam kita. Bila saya dapat diselamatkan, bukan oleh karya saya, tetapi dengan iman kepada Dia, yang membenarkan orang-orang durhaka, maka Yesus menjadi Anak Domba yang kurban, yang menghapus dosa-dosa saya. Tetapi ada juga Roh Kudus, yang dengan giat mempersiapkan saya untuk menghasilkan buah iman dan pertobatan. Di sana saya dapat melihat melalui tangan Anak yang tertindas, dengan senang hati melihat anugerah Bapa, aku kembali dan boleh beristirahat di hati Bapa. Roh Kudus itu, yang diutus dari Bapa dan Anak, telah kita terima sebagai Penghibur. Ketika Bapa berada di surga dan ketika Anak sedang duduk di takhta Bapa-Nya, maka Roh Kudus ada di dalam kita dan Dia membangkitkan kerinduan di dalam jiwa kita.

Kita akan melihat Allah Tritunggal di dalam Anak Domba
Ini adalah hidup yang kekal, untuk mengenal Bapa, yang tyelah merobek Anak-Nya dari hatinya, untuk melihat Anak, yang membiarkan diri-Nya dilpaku ke atas kayu salib tersebut, untuk mengetahui Roh Kudus melalui pekerjaannya di dalam hati kita. Kemudian kita dengan rendah hati tunduk pada kaki Allah Tritunggal, maka tidak perlu ada pertengkaran kepada siapa kita harus berdoa, kepada Bapa atau Anak atau Roh Kudus. Karena saat itu kita memuliakan Bapa, datang kepada Kristus, melalui Roh Kudus, begitulah jadinya di surga. Bapa tidak akan kita lihat, karena Dia adalah Roh yang kekal, Roh Kudus tidak akan kita lihat, karena Dia tidak mempunyai tubuh. Tapi kita akan melihat Allah Tritunggal di dalam Anak Domba, berdiri sebagai desembelih. Dan kita akan memuji Bapa secara kekal di kaki Yesus, karena Ia telah menebus kita, bukan dengan emas atau perak, melainkan dengan harga darah Yesus. Dan kita akan dengan membayangi Roh Kudus mengalami sukacita abadi.

Diterjemahkan oleh: Pieter Kuiper

                                            K E M B A L I   k e  Daftar isi



 


a

LOGO






Sola Scriptura