Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



ALLAH BERJANJI AKAN MEMELIHARA FIRMAN-NYA

KATA PENGANTAR

Mengapa gereja-gereja di Italia, Prancis, Inggris mendasarkan Alkitabnya pada “Textus Receptus”? Karena “Textus Receptus” adalah firman Allah yang benar, dan mereka tahu itu. Mereka hidup sejak tahun 150 A.D., dan Alkitab lengkap pada tahun 90-100 A.D. Mereka memiliki kebenaran yang orisinil di tangan mereka dan mereka percaya bahwa “Received Text” adalah firman Allah yang dipelihara oleh Allah dan Yesus Kristus yang memelihara segala sesuatu. Jika ditotal rata-rata dari 5000 lebih Manuskrip P.B. 90% mendukung Byzantine type/ Majority Text atau “Textus Receptus”, dan hanya 10% saja yang mendukung Alexandrian type/ Minority Text atau “Critical Text” teks Westcott dan Hort.

DOKTRIN PEMELIHARAAN ALKITAB

1. Sejarah credo-credo yang mengakui pemeliharaan alkitab
Ada banyak pengakuan iman yang dibuat di sepanjang sejarah kekristenan. Namun tidak banyak yang di dalamnya menjadikan poin bahwa Allah memelihara firman-Nya, Alkitab, sebagai salah satu dari pengakuan iman. Bahkan dalam karya-karya teologi biblika sedikit yang menginggung doktrin preservasi ini. Ini menyebabkan banyak orang Kristen bahkan teolog Injili dan Koservatif tidak bisa memberikan jawaban tentang pertanyaan, “Masih orisinilkah Alkitab kita setelah melalui proses penyalinan berulang-ulang?”
Pada masa kini sangat sedikit sekolah teologi maupun gereja yang menekankan pemeliharaan Alkitab oleh Allah dalam pengakuan iman mereka. Dan dalam pengakuan iman Sekolah Tinggi Teologi International Philadelphia memasukkan pengakuan doktrin preservasi Alkitab ini. Pengakuan-pengakuan iman yang pernah dibuat dalam sepanjang sejarah yang menekankan pemeliharaan Alkitab beberapa diantaranya ialah:

1. The London Baptist Confession pada tahun 1677, 1689;
2. Philadelphia Baptist Confession kira-kira pada tahun 1743;
3. Presbyterian Westminster Confession of Faith pada tahun 1646; dan
4. Savoy Confession pada tahun 1652

PERNYATAAN IMAN WESTMINSTER TENTANG PRESERVASI ALKITAB:
Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani (yang merupakan bahasa komunikasi umat Allah jaman P.L.), dan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani (yang pada waktu penulisannya bahasa ini dikenal secara umum oleh bangsa-bangsa di dunia) diinspirasikan langsung oleh Tuhan, dan oleh pemeliharaan-Nya yang khusus, terpelihara di sepanjang masa, sehingga tetap otentik.”

PERNYATAAN IMAN DEAN BURGON SOCIETY TENTANG PRESERVASI ALKITAB:
Kami percaya bahwa teks asli Alkitab yang paling dekat dengan authographa adalah “Traditional Massoretic Hebrew Text” untuk Perjanjian Lama, dan “Traditional Greek Text” untuk Perjanjian Baru yang menjadi dasar penerjemahan King James Version (yang sekarang diterbitkan oleh Trinitarian Bible Society tahun 1976 dengan nama “The Greek Text Underlying the English Authorized Version of 1611” Kami percaya bahwa Alkitab bahasa Inggris King James Version (atau Authorized Version) adalah terjemahan yang benar, dapat dipercaya, dan akurat dan diterjemahkan dari kedua teks yang dipelihara Tuhan di atas, yang tidak sama dengan semua terjemahan bahasa Inggris lainnya saat ini. Para penerjemahnya telah melakukan pekerjaan terjemahan yang tidak diragukan sehingga kami tanpa apologi mempertahankan “Authorized Version of 1611” dan berani berkata, “Ini adalah Firman Allah!” yang pada saat yang sama harus menyadari bahwa untuk ayat-ayat tertentu, kami harus kembali ke teks orisinilnya yang menjadi dasar penerjemahan versi ini untuk memperoleh penjelasan yang lebih sempurna, dan juga membandingkan Alkitab dengan Alkitab.” Dr. Edward Hills yang memperoleh gelar Th.D. dari Harvard University berkata, “Jika doktrin inspirasi ilahi Alkitab PL dan PB adalah doktrin yang benar, maka doktrin pemeliharaan atau providential preservation Alkitab juga harus diakui sebagai doktrin yang benar. Dan Tuhan memelihara dan mengontrol proses penyalinan dari teks aslinya di sepanjang masa.

2. Allah berjanji akan memelihara firman-nya

Mahabenar adalah salah satu sifat kekal Allah. Kemahabenaran Allah menimbulkan konsekuensi bahwa Dia akan selalu konsisten dengan perkataan dalam firman-Nya, Alkitab. Ada banyak ayat dalam Alkitab yang menunjukkan janji Allah untuk tetap memelihara firman-Nya. Namun apakah Allah tetap memelihara firman-Nya sampai hari ini? Jikalau Allah setia pada janji-Nya, maka jawabannya, “iya”, tetapi jika Allah tidak memelihara firman-Nya sampai hari ini berarti Allah tidak setia akan janji-Nya, dan dengan demikian Mahabenar bukanlah atribut/ sifat kekal Allah. Dan saya percaya bahwa Allah yang Mahabenar akan setia pada janji-Nya untuk memelihara bukan hanya sampai hari ini saja, tetapi untuk selama-lamanya. Karena sifat kemaha-benaran Allah adalah kekal.
Dr. D.A. Waite percaya bahwa Allah akan memelihara firman-Nya berdasarkan dua alasan:

1. Alasan pertama mengapa ia percaya pemeliharaan Alkitab, karena Allah telah berulangkali mengulangi janji-Nya baik dalam P.L. maupun P.B., bahwa Ia akan memelihara firman-Nya, seperti yang Ia berikan dalam bahasa Ibrani dan Yunani.
2. Alasan kedua, ia percaya pemeliharaan Alkitab karena Allah telah selalu memelihara janji-Nya di masa lampau, dan kita percaya bahwa Ia akan tetap memelihara pada saat ini dan yang akan datang.

“Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau TUHAN, yang akan menepatinya, Enkau akan menjaga Kami senantiasa terhadap angkatan ini.” (Mazmur 12:7-8)
Kata-kata bercetak tebal dalam Alkitab terjemahan Indonesia ini tidak tepat, karena dalam AV/ King James Version dan Massoretic Text berbunyi “Thou shalt preserve them from this generation forever” (Engkau akan menjaganya (firman) dari generasi ini sampai selama-lamanya). Jadi kata “them” dalam KJV itu berhubungan dengan (Psalm 12:7), yaitu firman Allah (dalam Alkitab bahasa Indonesia janji Allah). Di sini Allah berjanji akan memelihara firman-Nya dari generasi ini (ketika mazmur ini ditulis) sampai selama-lamanya, kekal. Itu adalah suatu waktu yang lama bukan? Allah dapat melakukan ini dan telah melakukannya. Ia telah memelihara firman-Nya dengan sangat sempurna. Bacalah juga ayat-ayat berikut ini: Mazmur 78:1-8; Mazmur 105:8; Mazmur 119:89: Mazmur 119:111; Mazmur 119:152; Mazmur 119:160; Amsal 22:20-21; Peng-khotbah 3:14; Matius 4:4; Matius 5:17-18; Matius 24:35; Yohanes 10:35; 1 Petrus 1:23-25.

3. Allah memelihara janji-nya untuk memelihara alkitab

Apakah Allah akan memelihara janji-Nya? Tentu. Karena Dia adalah Allah yang setia, Allah yang konsisten dengan setiap firman yang keluar dari mulut-Nya (2 Tim. 3:16), karena Ia adalah Allah yang Mahabenar, yang memberi konsekuensi firman-Nya adalah firman kebenaran (Yoh. 17:17) dan yang akan terpelihara untuk selama-lamanya.

“Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kau firmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini.” (1 Petr. 8:24)

Inilah perkataan Raja Salomo ketika ia akan membangun Bait Suci. Salomo menyadari dan telah membuktikan akan kesetiaan Allah dalam memelihara janji-Nya. Salomo tahu bahwa Allah pernah berjanji kepada Daud untuk membangun Bait Suci, dan Salomo melihat dengan mata kepala sendiri bahwa dengan tangan-Nya sendiri Allah menggenapi firman-Nya. Allah setia untuk memelihara janji-Nya. Oleh sebab itu penulis percaya Allah setia memelihara janjinya untuk memelihara firman-Nya, Alkitab.

“Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” (Roma 4:20-21)

Paulus menjelaskan bagaimana Abraham mengimani janji Allah. Iman Abraham membawa-nya untuk memegang janji Allah dengan penuh keyakinan bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Anda memiliki iman? Jikalau anda memiliki iman, maka anda akan percaya bahwa Allah akan memelihara janji-Nya untuk memelihara Alkitab. Namun jika anda berkata, “Aku memiliki iman,” namun anda meragukan janji firman-Nya, anda membohongi diri sendiri, dan sebenarnya anda tidak memiliki iman.

Dan berdasarkan pengharapan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan Allah yang tidak berdusta” (Titus 1:2). Ini adalah janji pemeliharaan Allah, Pribadi yang tidak akan berdusta, Pribadi yang memang tidak dapat berdusta, dan Pribadi yang akan senantiasa memelihara janji-Nya.

“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikanya, setia.” (Ibrani 10:23). Tetaplah kita teguh berpegang pada pengharapan kita, karena kita tahu bahwa Allah adalah setia. Ia akan memelihara janji-janji-Nya, firman-Nya untuk kita selama-lamanya.

Dari credo-credo yang ada dalam sepanjang sejarah kekristenan, poin pemeliharaan Allah terhadap Alkitab ditekankan, walaupun belakangan poin itu jarang ada di antara statement-statement pengakuan iman gereja, sebab kekristenan semakin menuju kehancuran. Pengaruh liberalisme telah membuat kekristenan untuk meragukan akan firman Allah yang berotoritas, yaitu Alkitab.

Namun demikian telah kita lihat betapa banyak janji-janji Allah dalam Alkitab. Bahwa ia akan memelihara janji-Nya, sehingga “satu iota atau satu titikpun” dari firman-Nya tidak akan ditiadakan. Iman akan membawa kita kepada keyakinan akan penggenapan janji Allah untuk memelihara otoritas firman-Nya. Banyak sudah umat Tuhan yang menyaksikan bahwa Allah benar-benar memelihara janji-Nya dan menggenapkan janji yang difirmankan-Nya itu. Oleh sebab itu kita harus percaya bahwa Allah akan memelihara janji-Nya, yaitu firman-Nya, Alkitab. Sebab Dia adalah Allah yang setia, Allah yang konsisten dan Allah yang Mahabenar.

MANUSKRIP BAHASA ASLI ALKITAB
Dari 5000 lebih manuskrip bahasa Yunani dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu “Byzantine type/ Majority Text” dan “Alexandrian type/ Minority Text”. Dari “Byzantine type/ Majority Text” di-editlah Kitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani tahun 1516 oleh “Desiderius Erasmus” yang disebut “Textus Receptus”. “Alexandrian type/ Minority Text” di-edit menjadi Alkitab Bahasa Yunani tandingan yang mulai diterbitkan pada tahun 1881, yang disebut “Critical Text” yaitu UBSGNT (United Bible Societies’ Greek New Testa- ment) dan NANTG (Nestle Alanda Greek New Testament) yang banyak digunakan di kalangan gereja dan seminari Liberal.

1. Byzantine type/ majority text
Para teolog, gereja dan seminari Injili Konservatif dan Fundamentisme mengakui bahwa Byzantine type/ Majority Text adalah teks yang terbukti keterandalan atau superioritasnya. Mengapa mereka begitu kokoh mempertahankan iman mereka bahwa Byzantine type/ Majority Text yang kemudian di-edit menjadi “Textus Receptus”, teks Alkitab Bahasa Yunani yang masih dipakai sampai hari ini adalah teks atau firman Allah yang dipelihara oleh Tuhan? Ada dua alasan penting untuk menjawab pertanyaan ini:

1. Karena “Textus Receptus” telah diterima oleh gereja sebagai teks traditional. Teks tersebut diturunkan dari tangan-tangan orang yang sungguh mengenal dan tahu tentang apa yang mereka bicarakan;
2.“Textus Receptus” telah terbukti kebenarannya. Ada banyak bukti yang membuktikan bahwa teks ini berotoritas. Kurang lebih ada tiga puluh tujuh bukti sejarah yang menunjukkan bahwa “Textus Receptus” dipakai oleh gereja Kristen, bermacam-macam denominasi, organisasi maupun dokumen-dokumen yang ada. Semuanya menerima bahwa “Textus Receptus” adalah teks Yunani yang terpelihara oleh janji ilahi dan setiap terjemahan seharusnya didasarkan pada “Textus Receptus”.
Dr. D.A. Waite menunjukkan dalam “Defending the King James Bible” bahwa ada 37 bukti historis yang mendukung TR sebagai teks Alkitab bahasa asli P.B. yang berotoritas yaitu:

a. Bukti-bukti historis untuk “Received Text” (TR) pada masa Rasuli (33-100 A.D.).
1. Semua gereja Rasuli menggunakan “Received Text”.
2. Gereja-gereja di Palestina menggunakan “Received Text”.
3. Gereja Syaria di Antiokhia menggunakan “Received Text”.
b. Bukti-bukti histori untuk “Received Text” pada masa periode gereja mula-mula (100-312 A.D.).
DR. Scrivener dan Dean Burgon setuju bahwa 100 tahun pertama setelah Perjanjian Baru ditulis, “Received Text” sudah digunakan gereja mula-mula. Codex B (Vaticanus) dan Aleph (Sinaiticus) dan empat puluh tiga manuscript lain yang dijadikan dasar teks “Westcott dan Hort” adalah hasil dari pemalsuan firman Allah. Beberapa bidat yang beroperasi di abad-abad ini adalah Marcion (160 A.D.), Valentinus (+160 A.D.) Cyrinthian (50-100 A.D.); Sebellius (260 A.D.) dan lain-lain.
4. The Peshitta Syriac Version (150 A.D,) didasarkan pada “Received Text”.
5. Papyrus # 75 menggunakan “Received Text”.
6. The Italic Church di Italia Utara (157 A.D.) menggunakan “Received Text”.
7. The Gallic Church of Southern France (177 A.D.) menggunakan “Received text”.
8. The Celtic Church di Great Britain menggunakan “Received Text”.
Mengapa gereja-gereja di Italia, Prancis, Inggris mendasarkan Alkitabnya pada Textus Receptus? Karena Textus Receptus adalah firman Allah yang benar, dan mereka tahu itu. Mereka hidup sejak tahun 150 A.D. dan Alkitab lengkap pada tahun 90-100 A.D. Mereka memiliki kebenaran yang orisinil di tangan mereka dan mereka percaya bahwa Received Text adalah firman Allah yang dipelihara oleh Allah dan Yesus Kristus yang memelihara segala sesuatu. Gereja-gereja di atas menggunakan “Received Text” dan bukan yang lain. Namun pada masa itu juga banyak bidat-bidat yang mencoba untuk mengubah firman Allah dengan menghilangkan semua bagian-bagian yang bertentangan dengan ajaran bidat mereka.
9. Church of Scotland & Ireland menggunakan “Received Text”.
10. The Pre-Waldensian Churches menggunakan “Received Text”.
11. The Waldensian (120 A.D. dst.) Menggunakan “Received Text”.
c. Bukti-bukti historis untuk “Received Text” pada periode Byzantine (312-1453 A.D.)
12. The Gothic Version pada abad ke-4 menggunakan “Received Text”.
13. Codex W of Matthew pada abad ke-4 atau 5 menggunakan “Received Text”.
14. Codex A pada Injil-injil (abad ke-5) menggunakan “Received Text”.
15. The Vast Majority of Extant New Testament Manuscript semua menggunakan “Received Text”, yaitu 99%, atau kira-kira 5.210 dari 5.255 MSS.
16. Gereja Orthodoks Yunani menggunakan “Received Text”.
Dr. Waite tidak setuju dengan banyak doktrin dan praktek gereja Orthodoks Yunani ini, tetapi gereja ini telah lebih dari 1000 tahun menggunakan “Received Text”. Mengapa? Karena mereka sangat mengenal bahasa Yunani. Mereka adalah orang-orang Yunani. Bahkan walaupun mereka adalah orang Yunani modern, mereka menggunakan Perjanjian Baru yang didasarkan pada “Received Text” karena itu adalah firman Allah, dan mereka tahu itu.
17. Gereja Yunani yang masih ada sampai sekarang ini menggunakan “Received Text”.
Ketika Dr. D.A Waite dan istri pergi ke Gereja Nativity, yang dibangun di atas tempat di mana kelahiran Kristus (diperkirakan). Ia bertanya kepada salah satu anggota jemaat di situ, apakah mereka mengenal apa yang disebut type – Westcott and Hort Text. Jemaat itu berkata, “oh, ya, kami mengenalnya, tetapi kami menggunakan “Received Text”, kami tidak percaya pada semua yang ada dalam Westcott and Hort Text.
d. Bukti-bukti historis untuk “Received Text” pada periode permulaan modern (1453-1831 A.D.).
18. Gereja-gereja Reformasi menggunakan “Received Text”.
19. Kitab P.B. bahasa Yunani Erasmus (1516) menggunakan “Received text”.
20. The Complutensian Polyglot (1522) menggunakan “Received Text”.
21. Martin Luther’s Bible (1522) menggunakan “Received Text”.
22. William Tyndale’s Bible (1525) menggunakan “Received Text”.

Tyndale adalah penerjemah alkitab yang terkenal mati menjadi martir karena alkitab terjemahannya.

23. The French Version of Olivetan (1535) menggunakan “Received Text”.
24. The Coverdale Bible (1535) menggunakan “Received Text”.
25. The Matthews Bible (1537) menggunakan “Received Text”.
26. The Taverners Bible (1539) menggunakan “Received Text”.
27. The Great Bible (1539-41) menggunakan “Received Text”.
28. The Stephanus Greek New Testament (1546-51) menggunakan “Received Text”.
29. The Genevs Bible (1557-60) menggunakan “Received Text”.
30. The Bishops’ Bible (1568) menggunakan “Received Text”.
31. The Spanish Version (1569) menggunakan “Received Text”.
32. The Beza Greek New Testament (1598) menggunakan “Received Text”.
King James Bible menggunakan teks Yunani Beza edisi kelima, 1598 untuk dasar penerjemahan.
33. The Czech Version (1602) menggunakan “Received Text”.
34. The Italian Version of Diodati (1607) menggunakan “Received Text”.
35. The King James Version (1611) menggunakan “Received Text”.
36. The Elzevir Brother’s Greek New Testament (1624) menggunakan “Received Text”.
37. The Received Text in the New Testament adalah “Received Text”.

Data di atas menjadi bukti-bukti historis yang menunjukkan bahwa sejak masa gereja Rasuli sampai saat ini “Textus Receptus” atau “Received Text” adalah teks kitab P.B. yang paling berotoritas. Bukti lain adalah bukti dari manuskrip-manuskrip itu sendiri. Di atas saya telah menjelaskan bahwa periode transmisi P.B. meliputi tiga tahap atau periode, yaitu periode papirus, “Uncial”, dan “Minuscula”.

Dari 88 papirus Dr. Jack Moorman dalam “Forever Settled” membandingkan “Critical Text” dan “Textus Receptus” dan hasilnya adalah; kira-kira 30 (15%) yang mendukung codex Aleph & B atau “Westcott & Hort Text” dan kira-kira ada 75 (85%) dari 88 papyrus fragment manuscript tersebut yang mendukung atau sama dengan “Receved Text/Textus Receptus”. Dan dari 267 “Uncial” itu hanya ada 9 (3%) yang mendukung “Westcott dan Hort text”, tetapi ada 258 (97%) dari 267 “Uncial” yang mendukung “Textus Receptus”. Dan Dari 2.764 itu hanya 23 (1%) yang mendukung teks “Westcott dan Hort”, tetapi 2.741 (99%) yang mendukung “Textus Receptus”.
Jadi jika ditotal rata-rata dari 5000 lebih Manuskrip P.B. 90% mendukung Byzantine type/ Majority Text atau Textus Receptus, dan hanya 10% saja yang mendukung Alexandrian type/ Minority Text atau Critical Text.

Selain manuskrip-manuskrip di atas ada juga kumpulan lectionary, yaitu penggalan ayat-ayat Alkitab yang biasa dibacakan pada liturgi ibadah gereja zaman dulu. Ada 2.143 Lectionary yang kita miliki saat ini dan semuanya (100%) mendukung “Textus Receptus”.

Terjemahan-terjemahan kuno Alkitab seperti Peshitta Syriac Version, dari abad ke-2 (+ 150 A.D) – lebih tua dari codex Aleph & B/abad IV - . Curetonian Syriac Version, dari abad ke-3 didasarkan pada Received Text. Old Latin Version atau Vetus Itala dari abad ke-2 A.D berasal dari Received Text. Dan versi-versi kuno lain yang kita miliki sebagian besar berdasarkan pada Received Text. Ini adalah bukti yang tidak dapat disangkal bahwa “Textus Receptus” adalah firman Allah yang terpelihara.

Edward Miller mengedit karya Burgon – karena Burgon meninggal sebelum menyelesaikan penelitian tentang teks P.B. pada tahun 1896 – Miller menerbitkan dua buku Burgon, salah satunya berjudul “The Traditional Text of the Holy Gospels”. Dari daftar yang dibuatnya ada 86 penulis yang meninggal sebelum tahun 400 A.D. Dan menunjukkan sejumlah kutipan dari Traditional Text/ Received Text. Secara total ada 4.383 kutipan dari 86 Bapa gereja yang meninggal sebelum 400 A.D. dan 2.630 (60%) kutipan berasal dari Traditional Text atau Received Text dan hanya 1.753 (42%) kutipan dari teks Westcott dan Hort.


                             

















 


a

LOGO






ss

Sola Scriptura