Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



ALLAH BERJANJI AKAN MEMELIHARA FIRMAN-NYA

KATA PENGANTAR

Textus Receptus telah diterima dengan baik oleh gereja sejak pemulaan. Kutipan dari Bapa-bapa gereja yang meninggal sebelum tahun 400 A.D. banyak yang didasarkan pada “Received Text”. Codex Sinaiticus (Aleph) dan Codex Vaticanus (Codex B) adalah dua codex di-edit menjadi Alkitab Bahasa Yunani oleh Westcott dan Hort (The King James Translators REJECTED IT, because it was very corrupt and unreliable. Erasmus also rejected and could quickly identify the corruption). Revisi Alkitab bahasa Yunani ini menyerang “Textus Receptus” (TR) atau “Received Text”. Westcott dan Hort sendiri bukanlah orang yang percaya Alkitab adalah firman Allah yang diinspirasikan atau diilhamkan dan tanpa salah.

Menurut karangan dalam Bahasa Inggris
As a result of Westcott and Hort’s work, their Critical Text became the standard Greek text used for modern interpretation and translation. The Critical Text was the one chiefly used for the English Revised Version and the later American Standard Version. Today, the updated and revised Critical Text is the Greek manuscript basis for the New International Version, the New American Standard Bible, the English Standard Version, and virtually every other modern English translation of the Bible.

1. WESTCOTT DAN HORT adalah bapa dari liberalisme
Tahun 1516 adalah tahun yang penting dalam sejarah iman Kristen, karena di tahun ini Desiderius Erasmus mengumpulkan manuskrip dari “Byzantine type/ Majority Text” menjadi satu Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani (Textus Receptus) yang dipakai secara umum oleh gereja-gereja di seluruh dunia. Dan bahkan melalui membaca Alkitab “Textus Receptus” ini “Marthin Luther” akhirnya bertobat, diselamatkan dan mengadakan reformasi Protestan pada 31 Oktober 1517. Orang-orang yang kemudian ikut menerbitkan Alkitab ini antara lain Theodora Beza, Stephanus, dan Bonaventure dan Abraham Elzevir. Pada tahun 1611 Alkitab bahasa Yunani ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yaitu “King James Version” atau disebut juga “Authorized Version” (Terjemahan Berotoritas)/ AV 1611. Dari sejarah “Textus Receptus” dapatlah kita simpulkan bahwa “Textus Receptus” adalah firman Allah yang dipelihara Allah. Karena “Textus Receptus” di-edit oleh orang-orang Kristen sejati. Ada banyak bukti yang telah kita lihat bahwa “Textus Receptus” adalah teks yang terbaik dan paling berotoritas. Sedikitnya ada lima bukti yang mendukung otoritas “Textus Receptus”.

1. Textus Receptus telah diterima dengan baik oleh gereja sejak pemulaan.
2. Paling sedikit ada 37 bukti sejarah dari tahun 33 – 1831 A.D. yang membuktikan bahwa Textus Receptus telah diterima dan dipakai oleh gereja.
3. Manuscript-manuscript yang ada baik berupa papirus, Uncial, Cursive/ Minuscula dan Lectionary mendukung Textus Receptus lebih besar dari pada Critical Text.
4. Versi-versi kuno seperti Peshitta Syriac, Curetonian Syriac, Itala dan lain-lain berasal dari Received Text.
5. Kutipan dari Bapa-bapa gereja yang meninggal sebelum tahun 400 A.D. banyak yang didasarkan pada Received Text.

2. ALEXANDRIAN TYPE/ MINORITY TEXT
Alexandrian type/ Minority Text yang paling popular dan penting adalah Codex Sinaiticus (!) dan Codex Vaticanus (B). Berdasarkan kedua codex ini di-edit menjadi Alkitab Bahasa Yunani oleh Brooke Foss Westcott (1825-1901) dan Fenton Joh Anthony Hort pada tahun 1881. Mereka berdua adalah sarjana Anglikan dari Cambrige University. Westcott adalah seorang bishop dari gereja Anglikan, sedangkan Hort adalah seorang professor di Cambridge University. Mereka dikenal sebagai pemimpin arsitek teori kritik teks (Textual Criti- cism) yang menghasikan satu revisi Alkitab bahasa Yunani yang menyerang Textus Receptus (TR) atau Re ceived Text.

Gereja ortodoks menolak MSS di atas karena kemungkinan besar teks ini dihasilkan oleh golongan bidat Adoptionist (salah satu bentuk dari Gnosticism) sebelum abad ke-2 A.D. dan perlu diperhatikan bahwa “Westcott dan Hort” sendiri bukanlah orang yang percaya Alkitab adalah firman Allah yang diinspirasikan atau diilhamkan dan tanpa salah. Mereka dikenal sebagai pemuja Maria. Dan Dr. D.A. Waite, dalam bukunya “Heresies of Westcott and Hort” mengatakan, “Mereka mengingkari doktrin fundamental dari iman kekristenan.”  Para pendukung “Westcott dan Hort” selalu berasumsi bahwa “codex Sinaiticus” dan “Vaticanus” yang keduanya berasal dari abad ke-4 yang dijadikan dasar “Critical Text” adalah manuscript yang paling tua. Namun pada kenyataannya tidak demikian, karena “Textus Receptus” didasarkan pada manuscript-manuscript yang telah diterima oleh gereja mula-mula dari abad pertama. Burgon mengatakan bahwa “codex Sinaiticus dan Vaticanus” adalah teks yang paling rusak dan memalukan.

Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani dari “Alexandrian type/ Minority Text” yang kemudian di-edit oleh Westcott dan Hort menjadi “Critical Text” kini diterbitkan kembali oleh United Bible Society, yaitu United Bible Societies’ Greek New Testament (UBSGNT), yang juga diterbitkan ulang dalam dwibahasa Yunani- Indonesia oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Edisi lainnya adalah edisi “Nestle dan Aland”, yaitu Nestle Aland Greek New Testament (NAGNT). Dan semua Alkitab bahasa Inggris terbitan United Bible Society atau pasca King James Version/AV1611, misalnya English Revised Version (ERV) 1881, American Standard Version (ASV) 1900-1901, Revised Standard Version (RSV) 1952, New English Bible (NEB) 1970, New American Standard Bible (NASB) 1971, New International Version (NIV) 1978, New Revised Standard Version (NRSV) 1990 diterjemahkan dari Westcott dan Hort Text ini. Begitu juga Alkitab Bahasa Indonesia terbitan LAI lebih mendekati teks “Westcott dan Hort” dari pada “Textus Receptus”.

Siapakah Westcott dan Hort ini?
Westcott dan Hort itu adalah bapa dari liberalisme. Mereka tidak percaya bahwa Alkitab sepenuhnya diinspirasikan oleh Allah. Westcott dan Hort adalah bagian dari team yang menerjemahkan Alkitab P.B. dari English Revised Version (RV). Mereka mempertanyakan doktrin inspirasi Alkitab melalui menerjemahkan 2 Timotius 3:16 sebagai berikut, “Every Scripture inspired of God is also profitable…” (Segala tulisan yang diinspirasikan – ada yang tidak diinspirasikan? – bermanfaat…”). Dengan meletakan kata bantu “is” setelah kata “inspired of God”, klausa ini memberi arti bahwa tidak seluruh Alkitab diinspirasikan oleh Allah. Hanya bagian-bagian tertentu yang diinspirasikan, yaitu yang “bermanfaat…” Namun King James Version meletakkan kata kerja bantu “is” setelah kata “all Scripture”,”All Scripture is given by inspiration of God and is profitable…” (Segala tulisan (Alkitab) diberikan Allah melalui inspirasi dan bermanfaat…). KJV memberikan pandangan absolut inerrancy (ketanpasalahan Alkitab secara mutlak), tetapi RV yang dihasilkan oleh “Westcott and Hort” memberikan pandangan limited inerrancy (ketiadasalahan Alkitab yang terbatas).
Pandangan “Westcott dan Hort” tentang inspirasi dan otoritas Alkitab yang sangat lunak adalah bukti penolakan mereka terhadap “Biblical Creationisme” (Penciptaan menurut Alkitab). Hort dengan jelas percaya dan mendukung teori evolusi Darwin. Ia berkata:
“Tetapi buku yang sangat mengesankan adalah karya Darwin. Apapun yang diajarnya, ini adalah satu-satunya buku yang patut dibanggakan di masa kini… Perasaan saya kuat bahwa teori ini tidak dapat disangkal.”

Westcott menganggap penciptaan yang tercatat dalam Alkitab hanyalah sebuah dongeng. Ia menulis surat kepada Archibishop dari Canterbury, 4 Maret 1890;
“Saya kira tidak seorangpun yang saat ini membaca tiga fasal pertama dari “Kitab Kejadian” merupakan sejarah yang literal. Saya tidak pernah mengerti bagaimana seorang membacanya dengan membuka mata dapat berpikir bahwa itu benar-benar terjadi.”
Westcott dan Hort tidak hanya mengingkari Firman Allah, tetapi juga mengingkari karya keselamatan oleh Kristus. Mereka tidak percaya bahwa Kristus adalah “Sole Mediator” (perantara tunggal) dan satu-satunya pribadi yang harus dimuliakan dan disembah. Hort adalah seorang pemuja Maria. Ia mengaku, “Saya telah yakin selama bertahun-tahun bahwa penyembahan kepada Maria dan penyembahan kepada Yesus sangat banyak kesamaan dalam kasus dan hasilnya.” Westcott pernah menulis kepada Archibishop Benson, pada tanggal 17 November 1865, “Saya berharap dapat melihat kebenaran penyembahan kepada Maria yang telah dilupakan itu diberikan kesaksian.”
Kutipan Dr. Timothy Tow berikut ini penting untuk kita perhatikan:

“Dr. D.A. Waite mengatakan bahwa “Westcott dan Hort” mengingkari doktrin-doktrin fundamental kekristenan, sedikitnya ada sembilan doktrin yang diingkari oleh mereka:
1. Doktrin inspirasi Kitab Suci
2. Catatan Kitab Kejadian tentang penciptaan dan kejatuhan manusia
3. Keilahian Tuhan kita Yesus Kristus, pre-eksistensi dan keilahian-Nya, sifat ke-Mesiasan-Nya dan ketanpa- dosaan Kristus
4. Penggantian penebusan oleh Kristus dan penebusan melalui darah-Nya.
5. Kebangkitan tubuh jasmani Kristus
6. Kedatangan Kristus yang kedua kali
7. Doktrin tentang kehidupan yang kekal
8. Realitas Sorga dan Neraka
9. Pribadi setan

Di samping penolakan “Westcott dan Hort” terhadap doktrin fundamental di atas, mereka juga memiliki kepercayaan-kepercayaan sebagai berikut:
1. Manusia memiliki sifat ilahi dan kesempurnaan
2. Teori Evolusi dari Darwin
3. Sifat Kebapaan Allah secara universal (maksudnya Allah adalah bapa dari semua orang, baik yang sudah selamat maupun belum selamat)
4. Baptisan air bisa menyelamatkan.”

Apakah bukti-bukti “westcott dan hort” text adalah teks yang rusak?
Berikut ini adalah bukti-bukti yang dapat kita pertimbangkan dan untuk lebih jelasnya anda dapat membaca buku Dr. D.A. Waite, Defending the King James Bible, terbitan Bible For Today.
Westcott and hort text mengubah textus receptus lebih dari 5.600 tempat
Dalam Scrivener’s Greek New Testament, Westcott dan Hort mengubah sebanyak 5.604 kali dalam teks Yunani P.B. barunya. Dari 5.604 perubahan ini, Dr. D.A Waite menemukan 1.957 yang dihilangkan/ dihapus (35%), 467 ditambah (8%), dan 3.183 yang diubah (57%).

Westcott dan hort text menghapus pericope de adulteraYoh. 7:53-8:11
Kisah perempuan yang berzinah dalam Yoh. 7:53-8:11 disebut Pericope De Adultera. Para sarjana modernistik membuang bagian ini dari Alkitab dan tidak mengakuinya sebagai firman Tuhan. Kelihatannya ini juga merupakan pengaruh dari “Westcott dan Hort”. Menurut Westcott bagian ini bukan merupakan bagian dari naratif Yohanes. Dan bukan hanya itu saja, “Westcott dan Hort” bahkan mengatakan kisah itu tidak ada dalam teks keempat Injil.

Argumentasi penolakan Pericope De Adultera sebagai bagian dari Injil Yohanes ialah:
1. Bagian itu tidak ada dalam manuscript-manuscript yang lebih tua dan lebih baik;
2. Tidak ada dalam terjemahan- terjemahan mula-mula;
3. Bapa-bapa gereja Yunani seperti Origen, Cyriil, Chryssostom dan Theophylact bahkan juga Tertullian dan Cyprian dalam eksposisi/tafsiran untuk Injil Yohanes tidak mengomentari bagian ini;
4. Ada perbedaan bentuk style yang dipakai dalam bagian ini dengan style Yohanes;
5. Perikop ini mendorong orang untuk melakukan perbuatan amoral.”
Argumentasi di atas sama sekali tidak kuat untuk mendukung kepercayaan mereka bahwa Yohanes 7:53-8:11 bukan merupakan bagian tulisan Yohanes. Mengapa? Karena:

1. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan manuscript yang ‘paling tua’ dan ‘paling dapat dipercaya’? Mereka berangapan itu adalah Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus, yang merupakan naskah dari abad ke-4. Dalam manuscript tersebut Pericope De Adultera tidak ditemukan. Namun apakah kedua codex tersebut sungguh dapat dipercaya? Walaupun mereka mungkin dapat mengatakan bahwa codex-codex tersebut sangat tua (namun bukan yang tertua), itu adalah manuscript-manuscript yang tidak dapat dipercaya dan merupakan manuskrip yang telah dirusak oleh bidat-bidat Kristen abad mula-mula dan digunakan untuk menyerang firman Tuhan. Ada bukti bahwa Pericope De Adultera ditemukan dalam banyak manuscript yang lebih tua dari codex Aleph & Vaticanus, baik dalam Uncial maupun Minusculles Manuscript:

2. Asumsi bahwa perikop ini tidak ditemukan dalam versi-versi kuno adalah sebuah manipulasi. Sebab di dalam versi-versi atau terjemahan-terjemahan kuno, perikop ini eksis. Misalnya dalam Old Latin, Vulgate, Syriac, Arabic, Coptic, Armenian, Ethiopic, dan Persian Version:

3. Tulisan bapa-bapa gereja seperti Didascalia, Ambrosiaster, Apostolic Constitu- tions, Ambrose dan Jerome mengomentari Pericop De Adultera ini. Jerome (A.D. 340-420), penerjemah dari Alkitab bahasa Latin yang disebut Vulgate berkata tentang Pericope De Adultera ini, “… Dalam Injil Yohanes, yang ada dalam banyak manuscript, baik Yunani maupun Latin ditemukan kisah wanita yang berzinah yang diseret kepada Yesus.”

4. Dr. Vernon McGee, dalam commentary-nya yang berjudul “Thru the Bible” menjelaskan panjang lebar bahwa perikop ini selain tidak ada dalam teks tertua – yang dimaksud “Westcott and Hort text” – perikop ini juga mendorong orang untuk berbuat zinah. Ia menyetujui pendapat Agustinus yang menulis, perikop ini harus dihapuskan dari Alkitab karena akan mendorong orang untuk berzinah. Ia menganggap perikop ini mendorong orang untuk berbuat zinah karena ia kurang memahami maksud firman Tuhan tersebut. Perlu dipahami bahwa maksud Tuhan Yesus dalam kisah ini bukan mentolerir perzinahan. Konteks pembicaraan dalam perikop ini adalah orang-orang Yahudi yang suka menghakimi saudara-saudaranya yang berdosa, sementara mereka sendiri tidak lebih baik dari perempuan yang mereka hakimi tersebut. Buktinya mereka tidak dapat berkata apa-apa setelah Yesus membuka kedok kejahatan mereka. Dan mengapa Tuhan Yesus tidak menghukum perempuan berzinah tersebut? Apakah Yesus juga sama dengan orang Farisi, tidak menghukum karena juga berdosa? Tentu tidak demikian. Kedatangan Yesus yang pertama bukan untuk menghukum orang berdosa, tetapi untuk menyelamatkan orang berdosa. Yoh. 8:11 memberikan penerangan kepada kita “Lalu kata Yesus; Akupun tidak menghukum engkau. “Pergilah, dan janganlah berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Di sini Yesus memberi kesempatan kepada perempuan tersebut untuk bertobat dan diselamatkan, seperti halnya Tuhan Yesus memberi kesempatan kepada semua orang berdosa untuk bertobat dan diselamatkan. Tuhan Yesus akan menghakimi manusia pada kedatangan-Nya yang kedua kali, bukan yang pertama kali.

Perlu dicatat bahwa jika Yoh. 7:53-8:11 ini dihapuskan dari Injil Yohanes, maka akan meninggalkan kekosongan (vacum) diantara dua kalimat berikut “… tidak ada nabi yang datang dari Galilea” (Yoh. 7:52) dan “ Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak,… “ (Yoh. 8:12). Dalam Yohanes 7:40-50 adalah sebuah dialog/perdebatan antara Tuhan Yesus dengan orang Farisi, dan 7:52 merupakan pernyataan orang-orang Farisi/Yahudi terhadap pembelaa Nikodemus terhadap Yesus. Sementara itu 8:12 ada kata “Yesus berkata pula”, maka 7:52 dengan 8:12 tidak saling berkaitan. Maksud frase “Yesus berkata pula” adalah ajaran Yesus yang lain setelah ia memberi pelajaran tentang menghakimi sesama yang berdosa yang ditunjukkan dalam apa yang disebut Pericop De Adultera tersebut.

Westcott dan hort teks meragukan dua belas ayat terakhir Injil MarkusMarkus 16:9-20
“Westcott dan Hort” dan para sarjana Liberal yang mendukung “Westcott dan Hort Text” meragukan atau mengingkari keaslian teks Mark. 16:9-20 berdasarkan asumsi-asumsi di bawah ini:
1. Perikop ini tidak ada dalam naskah-naskah tertua – yang mereka maksud adalah codex Aleph/Sinaiticus; dan codex B/ Vaticanus;
2. Ada perbedaan vocabulary. Menurut Walter W. Wessel dalam tafsiran Injil Markusnya yang di-edit oleh Frank E. Gaebelein dalam The Expositor’s Bible Commentary; dalam Nestle/Aland Greek Text ada 101 perbedaan kata dalam ayat 9-20 (167 total jumlahnya). Setelah kata-kata yang tidak penting seperti definite article, connectives dan lain-lain diabaikan, ada 75 perbedaan kata penting, yaitu 15 kata tidak nampak dalam Markus dan 11 yang lain digunakan berbeda dengan kata-kata yang bisa digunakan oleh Markus. Oleh sebab itu mereka menyimpulkan bahwa sulit untuk percaya jika Markus 16:9-20 adalah tulisan Markus;
3. Ada perbedaan model style antara ayat 9-20 dibandingkan dengan seluruh Injil Markus.
Apakah dengan bukti-bukti di atas dengan sendirinya kita langsung percaya pada “Westcott dan Hort” bahwa Markus 16:9-20 tidak ada dalam teks aslinya atau bukan firman Tuhan? Saya percaya bahwa 12 ayat terakhir Injil Markus adalah orisinil dan setuju dengan agumentasi Dean J. W. Borgon, bahwa codex Sinaiticus and Vaticanus yang dikatakan banyak orang sebagai teks yang “paling terpercaya”, yang tidak mengakui orisinal Markus 16:9-20 pada kenyataannya adalah teks yang “paling korup/ buruk” Bukti yang mendukung keotentikan Markus 16:9-20, E.F. Hilss menulis:

Markus 16:9-20 ditemukan dalam semua manuscript Yunani kecuali dalam codex Aleph and B… dan bahkan yang lebih penting, bagian ini diakui sebagai firman Allah oleh bapa-bapa gereja mula-mula yang hidup seratus dan lima puluh tahun sebelum codex Aleph & B ditulis, yaitu Justinus Martyr (150 A.D.), Tatian (175 A.D.), Irenaeus (180 A.D.), Hyppolytos (200 A.D.). 23
Mengenai bentuk style Markus 16:9-20 yang diperdebatkan telah terjawab melalui penelitian Dr. Burgon yang membandingkan Markus 1:9-20 dan Markus 16:9-20. Menurut Dr. Burgon kedua perikop tersebut memiliki persamaan style, sehingga ini berarti ditulis oleh penulis yang sama, yaitu Markus.

Westcott dan hort text menyangkal johannine comma - 1 Yohanes 5:7b-8a
Apakah ada bukti yang jelas dari Alkitab tentang doktrin Trinitas? Ada. Yaitu dalam 1 Yohanes 5:7b-8a; “En too ouranoo, ho pater, ho logos, kai to agion pneuma kai outos hoi treis eisi. Kai treis eisi hoi marturountes en te ge.” (Di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi;)
Penggalan dua ayat di atas disebut Johannine Comma (Yunani Koptein yang berarti “dipotong dari”). Bagian ini adalah satu-satunya dalam Alkitab yang menunjukkan ke-Tritunggal-an Allah yang jelas. Namun sayang justru bukti otentik ini berusaha dihancurkan oleh orang Kristen sendiri. Sebagai contoh adalah ayat di atas dihapus dalam “Criticl Text” dan para sarjana Liberal menolak untuk mengakuinya sebagai bagian dari firman Tuhan yang ditulis oleh Rasul Yohanes dalam inspirasi Roh Kudus. Dalam Alkitab bahasa Indonesia TB-LAI teks tersebut ada dalam kurung. Sementara itu banyak Sekolah Theologi di Indonesia mengajarkan bahwa ayat-ayat yang dikurung dalam Alkitab bahasa Indonesia tidak ada dalam teks aslinya.

“The New International Version Study Bible”, mengkomentari bahwa 1 Yoh. 5:7 tidak ditemukan dalam “manuscript-manuscript Yunani” ataupun dalam terjemahan-terjemahan P.B. sebelum abad ke-16. Dr. A.T. Robertson dalam commentary-nya, “Word Pictures in New Testament” juga meragukan eksistensi ayat ini dan menjelaskan bahwa ayat tersebut hanya ada dalam terjemahan bahasa Latin Vulgate, yang kemudian diambil oleh Erasmus untuk melengkapi “Textus Receptus”. Dan menurut Robertson teks tersebut tidak ditemukan dalam “manuscript-manuscript Yunani”. Dalam edisi pertama teks Erasmus ayat tersebut tidak ada hingga akhirnya ditambahkan dari Vulgate. Sama sekali “tidak benar” jika 1 Yoh. 5:7b-8a tidak ditemukan dalam semua manuscript Yunani dan terjemahan P.B. sebelum abad ke-16. Teks tersebut ditemukan dalam delapan manuscript Yunani yang sangat penting dan empat di antaranya tertanggal sebelum abad ke-16, yaitu, Greek Minuscules. 61 (XVI), 88(XII), 221(X), 918 (XVI). Selain itu banyak terjemahan-terjemahan Latin yang sangat mendukung eksistensi 1 Yoh. 5:7b-8a ini. Kurang lebih ada 8.000 manuscript Latin dan sebagian besar berisi 1 Yoh 5:7b-8a. Yang terpenting adalah versi Old Latin yang dipergunakan oleh bapa-bapa gereja seperti Tertulinus (A.D. 155-220) dan Cyprian (A.D. 200-258), yang lebih tua dari codex Aleph and B yang dipakai dasar Critical Text (abad IV) berisi I Yoh. 5:7b-8a. Karena terjemahan-terjemahan Latin berdasarkan pada teks Yunani, maka kesimpulannya ialah dalam manuscript-manuscript Yunani kuno teks itu pasti ada. Alasan lain yang dapat dipakai dasar ialah bahwa terjemahan Alkitab Latin Vulgate oleh Jerome (340-420 A.D.), yang berisikan Johannine Comma diterjemahkan dari teks Yunani yang baik. Dalam “Prologe to the Canonical Epistles”, Jerome menulis:

“Para penerjemah yang tidak bertanggung jawab menghapus kesaksian ini (1 Yoh. 5:7b-8a) dalam codex- codex Yunani.”
Dan lagi frase “Bapa, Firman dan Roh Kudus,” merefleksikan kepenulisan Yohanes. Pernyataan Yesus adalah “Firman” atau “Logos” merupakan ciri khas penekanan Rasul Yohanes (band. Yoh. 1:1,14). Yang pasti keberadaan Johannine Comma tidak menyerang doktrin fundamental kekristenan, seperti yang dilakukan oleh “Westcott & Hort Texs/Critical text”, tetapi justru memberikan dasar doktrin Trinitas yang absolut.

KESIMPULAN
Banyak orang tidak menaruh perhatian kepada “Textus Receptus” dan apa kelebihannya dari “Critical Text”. Bahkan banyak STT kurang memahami akan masalah tersebut. Sehingga banyak STT tanpa sadar mengakui dan menggunakan “Critical Text” sebagai firman Allah dalam bahasa asli yang terpelihara. Dari salinan-salinan naskah kuno baik yang berupa papyrus pregment, naskah Yunani Uncial P.B., naskah Yunani Manuscula P.B., Lectionary maupun terjemahan-terjemahan kuno sangat mendukung bahwa “Textus Receptus” lebih didukung oleh teks-teks yang sangat kuno dibandingkan dengan “Critical Text” yang di-edit dari naskah ‘Aleph & B’ yang berasal dari sekitar abad ke-4. Ada begitu banyak credo-credo yang telah dibuat di sepanjang sejarah kekristenan yang di dalamnya mengakui akan pemeliharan Allah terhadap Alkitab, yang diantaranya ialah:

1. The London Baptist Confes- sion (1677-1689),
2. Philadelphia Baptist Confession (+ 1743),
3. Presbyterian Westminster Confes- sion of Faith (1646); dan
4. Savoy Confession (1652). Selain itu ada banyak ayat Alkitab yang merupakan janji Allah untuk memelihara firman-Nya. Begitu juga ada bukti-bukti alkitabiah yang Tuhan telah berikan bahwa Ia akan senantiasa memelihara firman-Nya. Dari semua bukti itu kita dapat memastikan bahwa pasti ada teks Alkitab yang diturunkan dari teks aslinya yang benar-benar dipelihara oleh Allah sehingga terhindar dari segala kesalahan, dan itu jelas adalah Textus Receptus.


                                 

 















 


a

LOGO






Sola Scriptura