Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



TERJEMAHAN ALKITAB – KUNO DAN MODERN

KATA PENGANTAR

Kualitas terjemahan Alkitab ditentukan oleh metodologi penerjemahan. Metode “formal/ verbal Equivalen” menggunakan pendekatan literal dengan menerjemahkan setiap kata dalam bahasa aslinya ke dalam kata-kata terjemahan yang sesuai dengan kata dalam bahasa aslinya. Metode terjemahan ini disebut juga terjemahan literal atau kata per kata. Metode ini adalah metode yang alkitabiah. Metode penerjemahan Alkitab dinamik equivalen relatif baru. Pendekatan “dinamik equivalen” pada kenyataannya bukanlah terjemahan Alkitab, tetapi interpretasi atau penafsiran Alkitab. Terjemahan tidak didasarkan pada teks bahasa aslinya, tetapi bergantung pada pikiran penerjemahnya. “Dinamik equivalen” menggantikan pikiran Allah dengan pikiran manusia. Menafsirkan menurut pikiran atau pandangan teologia mereka. Sehingga dengan demikian bukan penerjemah tunduk pada Alkitab yang diterjemahkan, namun Alkitab harus tunduk kepada pikiran penerjemah.

Terjemahan alkitab dalam sepanjang sejarah

A. Terjemahan-terjemahan kuno
Alkitab terjemahan tertua ialah terjemahan P.L. dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani yang disebutkan LXX atau Septuaginta. Kitab ini juga disebut Alexandriane Version atau The Version of Seventy, atau secara sederhana disebut oleh orang Roma sebagai bilangan 70 – LXX. Keaslian cerita ini dapat dilihat dalam surat Aristeas (100 B.C.), bahwa Ptolemy II Philadelphus, raja Mesir pada abad II B.C., meminta Imam Besar Yahudi untuk mengirim 72 sarjana, dari keduabelas suku Israel yang mana masing-masing suku diambil 6 orang ke Alexandrian untuk menerjemahkan hukum Suci Yahudi – P.L. – ke dalam bahasa Yunani. Dan menurut tradisi secara popular jumlah ini dibulatkan menjadi 70 atau LXX.
Adapun terjemahan-terjemahan kuno yang penting lainnya diantaranya ialah:

1. Syriac version
Walaupun Syriac merupakan bahasa dialek Aram dari Palestina di masa Yesus, namun manuscript bahasa
Syria atau Aram yang ditemukan merupakan terjemahan dari teks bahasa Yunani.

a. Diatessaron
Manuscript ini dimasukan dalam kelompok terjemahan Syria/Aram karena pengaruhnya terhadap gereja Syria. Manuscript ini diterjemahkan pada pertengahan abad ke-2 oleh Tatian. Arti Diatessaron adalah “melalui empat”/”through the four”, yang berisikan harmonisasi atau kombinasi keempat Injil. Sangat sedikit informasi untuk bukti-bukti manuscript ini dan satu-satunya informasi tentang manuscript ini adalah kutipan St. Ephraem dari Syria. Gereja Syria sejak abad pertama sudah menggunakan “Received Text”. Oleh sebab itu jika Diatessaron adalah Alkitab terjemahan yang dipakai oleh gereja Syria, maka ini menunjukkan bahwa TR lebih tua dari CT yang diedit dari manuscript Aleph dan B yang lebih belakang.

b. Old Syriac
Old Syriac atau terjemahan bahasa Syria kuno ini merupakan bagian dari Diatessaron, atau bagian dari semua terjemahan bahasa Syria, yang dimulai abad ke-3 pada tahun 1858 William Cureton mengedit manu script-manuscript ini dan kemudian dikenal dengan sebutan Curetonian Syriac. Pada tahun 1892 ditemukan di Monastery of St. Catherine di gunung Sinai dan dikenal sebagai Sinaitic Syriac.

c. Peshitta
Versi ini berasal dari abad keempat yang di dalamnya tidak termasuk surat 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes, Yudas dan Kitab Wahyu. Menurut Dr. W. David Stacey, versi ini adalah Alkitab yang berotoritas dari gereja Syria.6

d. Philoxenian
Versi ini merupakan manuscript P.B. yang diterjemahkan pada tahun 508 yang merupakan catatan Policarpus yang ditujukan kepada Philoxenus, seorang Boshop di Mabug, Syria. Versi ini berisikan surat 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes, Yudas dan Kitab Wahyu yang merupakan pelengkap dari versi Peshitta yang tidak ada.

e. Palestinian
Versi ini kira-kira berasal dari abad V, yang merupakan salah satu dari versi Syriac yang tidak menutup kemungkinan berhubungan dengan versi-versi Syriac lainnya.

2. Latin version

a. Old latin (Italia)
Walaupun bahasa Yunani adalah bahasa yang sudah dikenal oleh seluruh wilayah imperium Romawi pada dua atau tiga abad pertama kekristenan, namun terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Latin sangat di-perluikan. Sebelum akhir abad II keempat Injil dan mungkin semua Kitab P.B. diterjemahkan ke dalam bahasa Latin di Afrika Utara.

b. Vulgate
Dengan berjalannya sang waktu akhirnya membawa perubahan-perubahan dalam bahasa Latin, oleh sebab itu pada tahun 387 A.D., Paus Damasus memerintahkan Jerome, seorang sarjana Alkitab pada masa itu untuk mengadakan revisi Alkitab dalam bahasa Latin. Selama dua tahun Jerome menyelesaikan revisinya terhadap keempat Injil dan menurutnya ia hanya mengubah yang ia rasa benar-benar perlu saja. Dan akhirnya revisi terhadap seluruh P.B.-pun diselesaikannya. Revisis Jerome ini dikenal dengan sebutan Vulgate atau versi yang umum (common version).

3. Coptic

Pada permulaan era kekristenan dikembangkanlah alphabet untuk bahasa Mesir dengan memakai huruf bahasa Yunani dengan tambahan abjad dari Demotic yang berasal dari tulisan Hieroglyphic kuno. Mulai dari sungai Nil ke selatan terdapat enam dialek bahasa Koptik ini, beberapa yang penting berhubungan dengan studi manuscript P.B. ialah;

a. Sahidik
Sebagian P.B. diterjemahkan ke dalam bahasa Sahidik dan bahasa dialek ini digunakan dari Thebes yang diperkirakan diterjemahkan pada awal abad ketiga, hingga diselesaikannya seluruh P.B. pada abad ke-empat. Manuscript tertua dari versi ini ditemukan kira-kira dari abad keempat atau keenam.

b. Bahairic
Bahairic merupakan bahasa dialek dari Alexandria dan Mesir bagian selatan. Ada ratusan manuscript P.B. yang ditemukan di Bahairic, misalnya manuscript papirus dari John di Bahairic yang berasal dari abad keempat yang sekarang berada di perpustakaan Bommer.

c. Middle Egyptian Dialects
Di antara bahasa dialek yang dipakai di daerah Bahairic dan Sahidic ialah Fayumic dan Achmimic. Manuscript dalam bahasa Achmimic termasuk didalamnya adalah bagian-bagian dari keempat injil dan surat- surat umum yang tertanggal dari abad keempat atau kelima.

4. Gothic

Kitab P.B. ditejemahkan ke dalam bahasa Gothic pada pertengahan abad keempat oleh Ulfilas. Ada enam manuscript yang masih tersimpan dan disalin ulang pada abad kelima dan keenam. Salah satunya ialah codex Argenteus, yang tersimpan di perpustakaan Universitas Uppsala, Swedia, yang berisikan empat Injil yang ditulis dengan tinta perak di atas kulit binatang warna ungu.

5. Armenian

Kitab P.B. diterjemahkan ke dalam bahasa Armenian pada permulaan abad kelima. Manuscript ini merupakan terjemahan langsung dari bahasa Yunani oleh St. Mesrop, yang juga seorang pencipta alphabet Armenian dengan bantuan St. Sahak, atau menurut tradisi yang lain manuscript tersebut diterjemahkan oleh St. Sahak dari Syria.

6. Georgian

Georgia terletak di antara laut Hitam dan laut Kaspia. Ada kemungkinan kitab P.B. versi Georgian ini diterjemahkan oleh St. Mesrop yang juga telah menerjemahkan P.B. ke dalam bahasa Armenian. Dan kelihatannya versi ini juga dipengaruhi oleh versi Arme- nian. Beberapa revisi yang didasarkan pada versi Georgian kira-kira abad kesebelas masih digunakan.

7. Ethiopic

Walapun ada ratusan manuscript versi Ethiopic yang dikenal, namun pada kenyataannya tidak ada yang lebih tua dari abad ketigabelas. Oleh sebab itu tidaklah ada bukti yang kuat yang dapat memberitahukan kita sejak kapan versi Alkitab P.B. versi Ethiopic ini diterjemahkan dari bahasa Yunani.

8. Slavonic

Kitab P.B. diterjemahkan ke dalam bahasa Slavonic kuno oleh dua bersaudara, St. Cyril dan St. Methodius yang juga adalah pencipta alphabet bahasa Slavonic, bahasa Cyrillic dan Glagotic. Mereka ini adalah misionaris ke Slavonic dan penerjemahan versi ini dilakukan kira-kira akhir abad ke-9.

9. Versi-versi lainnya

Versi-versi yang ditemukan sebelum abad ke-13 di antaranya ialah versi bahasa Arab, versi A. Frankish dalam bahasa Eropa Tengah, versi bahasa Nubian dan versi bahasa Anglo-Saxon.

B. Survei Terjemahan Alkitab Bahasa Inggris

1. Pre-King James Version

a. Wycliffe’s Translation

John Wycliffe (+ 1330-1384) adalah teolog terkenal abad ke-14 dari Oxford. Ia disebut sebagai “The morning star of the Reformation” (bintang fajar reformasi) karena penentangannya terhadap penyimpangan Gereja Roma Katolik. Dialah orang yang pertama kali menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris. Ia melakukan ini untuk membebaskan orang-orang dari tirani gereja Roma. Terjemahan ini tidak didasarkan pada Alkitab bahasa Ibrani dan Yunani, tetapi diterjemahkan dari Alkitab bahasa Latin – versi Vulgate terjemahan Jerome. Kelompok Lollards menggunakan terjemahan Wycliffe untuk dikhotbahkan di perkumpulan jemaat mereka.

b. Tyndale’s Translation
William Tyndale (1494-1536) belajar bahasa Ibrani dan Yunani Alkitab ketika ia berada di Oxford University. Ia menyelesaikan terjemahannya pada tahun 1525 dan 15.000 copy dicetak dan disebarkan di seluruh Inggris. Gereja Inggris yang waktu itu berada di bawah Gereja Katolik Roma tidak mengijinkan terjemahan Alkitab bahasa Inggris. Perjanjian Baru ini dibaca orang dan gereja mencap terjemahan ini sebagai pekerjaan kriminal dan akhirnya Tyndale ditangkap dan dipenjarakan. Dan akhirnya Tyndale dijatuhi hukuman mati. Ia diikat pada sebuah tiang dan dibakar. Perkataan terakhirnya dalam perapian sebelum menghembuskan nafas terkahirnya, ia berdoa dan berseru, “Tuhan, bukalah mata Raja Inggris.”

c. Coverdale’s Transalation
Myles Coverdale (1488-1569) adalah lulusan Cambridge University yang menjadi seorang imam Augustinian. Pengaruh gerakan reformasi memimpinnya keluar dari Gereja Katolik Roma dan kemudian mulai mengerjakan penerjemahan Alkitab Perjanjian Lama untuk melengkapi terjemahan Tyndale. Coverdale berhasil menyelesaikan pekerjaannya pada tahun 1537. Sebelum waktu itu Raja Inggris telah melepaskan diri dari kekuasaan Roma, dan akhirnya Alkitab terjemahan Coverdale diterima dengan persetujuan raja. Inilah jawaban dari doa Tyndale; Tuhan telah membuka mata Raja Inggris.

d. The Great Bible
Alkitab ini disebut Great Bible karena ukurannya yang besar dan biayanya yang besar. Alkitab ini sebenarnya bukanlah terjemahan baru, tetapi merupakan kombinasi terjemahan Alkitab Tyndale dan Coverdale yang di-edit oleh sahabat Tyndale, Thomas Matthew (1500-55) yang diterbitkan pada tahun 1537 yang semula disebut sebagai Matthew’s Bible, yang diterima dengan autorisasi raja untuk digunakan khalayak umum. Great Bible ini kemudian direvisi pada tahun 1568 dan menjadi Alkitab bahasa Inggris yang kemudian disebut sebagai Bishop’s Bible.

e. The Geneva Bible
Oleh karena penganiayaan Gereja Roma Katolik tehadap para reformator menyebabkan mereka mencari perlindungan di Geneva. Di sinilah William Whittingham (1524-79) – yang adalah saudara ipar John Calvin dan pengganti Knox sebagai gembala Gereja Inggris di Geneva – menerjemahkan Alkitab Perjanjian Baru yang kemudian menjadi dikenal dengan sebutan “Geneva Bible”. Whittingham menggunakan Textus Receptus (edisi Stephanus), dan Alkitab Tyndale yang kemudian sangat mempengaruhi terjemahan KJV. Dan akhirnya KJV menggantikan Geneva Bible.

2. King James Version

Alkitab King James Version adalah terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang memiliki empat keunikan atau keterandalan, yaitu;

a. diterjemahkan dari teks Ibrani dan Yunani yang dipelihara Tuhan,
b. diterjemahkan oleh para penerjemah yang handal,
c. diterjemahkan dengan menggunakan metode terjemahan yang handal, yaitu verbal atau formal equivalen, dan
d. hasil terjemahan tetap mempertahankan doktrin yang orthodoks.

Sejak diterbitkannya KJV pada tahun 1611, terjemahan ini menjadi versi yang diterima oleh gereja-gereja berbahasa Inggris di seluruh dunia sebagai versi atau terjemahan yang berotoritas. Oleh sebab itu KJV juga dikenal dengan sebutan Athorised Version/ AV 1611. Sampai akhirnya tahun 1881 Westcott-Hort dan para sarjana Alkitab modern mengedit Alkitab bahasa Ibrani dan Yunani baru dan menerbitkan Alkitab bahasa Inggris “English Revised Version”, yang kemudian memimpin lahirnya gerakan liberalisme dan menyapu gereja- gereja protestan di benua Eropa, Amerika dan akhirnya ke seluruh dunia.

Sejak itu KJV/AV dan ERV yang kemudian terus terbit dengan versi-versi barunya (ASV,RSV, NEB, NIV, TEV, LB, CEV dll) yang sering disebut sebagai modern English versions menjadi isu perdebatan di gereja-gereja berbahasa Inggris khususnya, tentang terjemahan yang mana yang paling berotoritas dan yang harus digunakan oleh gereja dan kekristenan.

Gereja-gereja liberalisme bahkan tidak sedikit gereja Injili menerima, mempertahankan dan mempromosi-kan ERV dan “modern English versions” lainnya. Sedangkan gereja-gereja yang masih memelihara tradisi doktrin orthodoksi atau gereja-gereja Injili Konservatif dan Fundamentalisme membela, mempertahankan dan mengkhotbahkan KJV/AV dengan gigih.

Oleh karena perdebatan antara Injili Konservatif atau Fundamentalisme dan Liberalisme, pembela KJV dan versi-versi bahasa Inggris modern, akhirnya lahir juga kelompok-kelompok ekstrim dan kompromis dari Konservativisme, yaitu;

a. kelompok kompromis dari beberapa tokoh Injili, yang oleh karena ingin diterima oleh liberalisme, mereka mengadopsi teologi liberal dan menerima teks dan terjemahan Alkitab modern;
b. kelompok ekstrim dari “Ruckmanisme” yang dipelopori oleh Peter Ruckman, rektor Pensecola Bible Institute. Kelompok ini membela KJV sampai kelewat batas, karena mereka mempercayai dan mempertahankan bahwa KJV bukan hanya sebagai terjemahan yang dipelihara dan akurat, namun proses penerjemahan KJV melalui inspirasi Roh Kudus, sehingga hasilnya KJV bahkan lebih akurat dari bahasa aslinya. Posisi ini disebut “KJV Only”.

Saya adalah salah satu orang yang menerima, mempertahankan, dan mendasarkan khotbah dan pengajaran saya dari Alkitab bahasa asli (Textus Receptus untuk PB dan Massoretic Text untuk PL) dan Alkitab bahasa Inggris KJV – walaupun dalam praktik yang kelihatan saya menggunakan Alkitab bahasa Indonseia, namun sebelum mengkhotbahkan terlebih dahulu membandingkan dengan teks TR atau Massoretic Text dan KJV, jika ternyata terjemahan Alkitab bahasa Indonesia tidak sesuai dengan teks asli dan KJV di atas, maka saya akan menyampaikan itu kepada jemaat dan mengajak untuk memahaminya dari terang Alkitab bahasa asli atau pun KJV – namun saya tidak setuju dan menolak posisi KJV Only. Saya percaya KJV adalah terjemahan yang paling handal atau suprior, namun doktrin inspirasi hanya untuk teks asli authographa, bukan pada salinan (apographa) dan terjemahan. Posisi saya adalah KJV Superiority, yaitu bahwa saya percaya bahwa KJV adalah terjemahan yang akurat dan berotoritas, yang diterjamahkan dari teks yang superior dan dipelihara Tuhan. Mengapa saya mengambil posisi KJV Superiority? Karena saya percaya bahwa KJV adalah terjemahan yang paling handal. Saya sepaham dengan pembela KJV, Dr. D. A. Waite dan setuju dengan empat bukti keterandalan KJV yang ia tuliskan dalam bukunya yang berjudul “Defending the King James Bible: A Four- fold Superiority (Collingswood: Bible For Today, 1996).

Apakah empat keterandalan KJV itu?

Pertama, KJV diterjemahkan dari teks bahasa asli yang orisinil.
Ada dua teks dasar dari Alkitab bahasa Ibrani P.L., yaitu pertama teks palsu yang di-edit oleh Ben Asher yang sekarang diterbitkan dalam BIBLIA HEBRAICA (BHK) (1937) oleh Rudolf Kittel dan dalam edisi Stuttgart BIBLIA HEBRAICA (BHS). Dan yang kedua teks yang benar yang di-edit oleh Ben Chayyim yang menjadi dasar penerjemahan KJV. Teks ini disebut juga edisi Daniel Bomberg atau Second Great Rabbinic Bible (1524-25). Teks ini juga disebut teks Ben Chayyim Massoretic Hebrew, yaitu teks bahasa Ibrani yang tidak pernah dipertanyakan lagi keakuratannya. Bahkan Rudolf Kittel dalam BIBLIA HEBRAICA-nya edisi pertama (1906) dan kedua (1912) menggunakan teks ini, sebelum akhirnya pada tahun 1937 ia menggantikannya dengan teks yang digunakan manuskrip Leningrad (B19a atau “L”) yang katanya satu-satunya teks Ibrani tertua, yang ternyata tertanggal dari tahun 1008 M.

Tesk Alkitab bahasa Yunani P.B. yang menjadi dasar penerjemahan KJV adalah Textus Receptus, yaitu teks Yunani yang paling berotoritas dan dipelihara Tuhan. Bukti-bukti keterandalan Textus Receptus telah kita bahas.

Kedua, KJV diterjemahkan oleh para penerjemah yang handal dan yang mengasihi kebenaran. Ada 57 sarjana cemerlang yang menerjemahkan KJV, yang dibagi ke dalam enam kelompok. Tiga kelompok menerjemahkan P.L. dan tiga kelompok lainnya menerjemahkan P.B. dan dikerjakan di tiga tempat yaitu Cambridge, Westminster dan Oxford. Berikut ini beberapa penerjemah KJV yang sangat terkenal;

Dr. Lancelot Andrews: Ia adalah seorang penerjemah yang handal dan anggota kelompok yang menerjemahkan di Westminster. Ia menguasai lima belas bahasa. Bahkan ada yang bilang jika ia hidup pada zaman menara Babel, ketika manusia tiba-tiba berkata dalam bahasa yang berbeda-beda, ia bisa menjadi penerjemah untuk membantu mereka semua berkomunikasi. Dr. Andrews adalah tamatan dari Cambridge University dan mempelajari bahasa-bahasa kuno maupun modern dan teologi dari Universitas ini. Sebagai seorang yang rohani ia tekun melakukan renungan pribadi, dan ini dapat dilihat dari tulisan-tulisan renungan pribadinya yang ditulis dalam bahasa Yunani.

Dr. William Bedwell: Ia dari kelompok yang di Westminster juga. Ia bukan hanya menguasai bahasa Ibrani dan Aramik, tetapi juga bahasa Arab, Persia dan bahasa-bahasa semitik lainnya. Dia juga pernah menerbitkan karyanya Arabic Lexicon atau Kamus Bahasa Arab.

Dr. Miles Smith: Dr. Smith menguasai bahasa Ibrani, Chaldee, Siria, dan Arab secara fasih.
Henry Savile: Ia dari tim Oxford dan anggota kelompok yang menerjemahkan Perjanjian Baru. Ia terkenal dengan pengetahuan dan kefasihan bahasa Yunaninya. Ia juga menjadi Tutor pribadi Ratu Elizabeth untuk bahasa Yunani.

Dr. John Bois: Ia adalah tim Cambridge. Ia lahir dari keluarga Kristen yang setia dan sangat dipengaruhi oleh kesalehan ayahnya. Sejak umur lima tahun ia sudah membaca Alkitab bahasa Ibrani dan umur 6 tahun ia sudah bisa menulis bahasa Ibrani. Selain menguasai bahasa Ibrani, ia juga menguasai bahasa Yunani. Ketika ia kuliah di tingkat freshman atau program pendengar di St. John’s College, ia menulis surat pribadinya kepada professor di Cambridge University bukan dalam bahasa Inggris, tetapi dalam bahasa Yunani.

Ketiga, KJV diterjemahkan dengan teknik yang handal dan akurat, yaitu dengan metode terjemahan formal atau verbal equivalen. Bukti keterandalan metode ini sudah kita bahas di atas melalui membandingkannya dengan metode dinamik equivalen.

Keempat, KJV adalah terjemahan yang superior karena dengan setia tetap memelihara keakuratan pengajaran iman orthodoksi dalam penerjemahannya. Ketika WH Text dan versi-versi Inggris modern menyerang:

1.  doktrin inspirasi Alkitab (2 Tim. 3:16),
2.  preservasi Alkitab (Maz. 12:6),
3.  Kelahiran Kristus dari anak dara (Yes. 7:14),
4.  pre-eksistensi Kristus (Yoh. 1:14, 18, 3:16, 18, 1 Yoh. 4:9),
5.  doktrin Trinitas (1 Yoh. 5:7-8),
6.  keilahian dan kemanusiaan Kristus (1 Tim. 3:16) dan banyak lagi lainnya,26 namun KJV tetap memper-tahankan doktrin-doktrin sentral tersebut.
Perhatikan perbandingan ayat berikut ini:
Yohanes 3:15. “That whosoever believeth in him should not perish, but have eternal life.” (KJV)
Codex “B” (Vaticanus) dan “Aleph” (Sinaitikus) menghilangkan tiga kata “should not perish”. NIV dan NASV adalah versi yang mengikuti dua teks palsu tersebut. Bukankah ini adalah doktrin yang sangat fundamental?

3. Post-King James Version

a. Eenglish Revised Version (ERV) – 1881
Diterjemahkan oleh sarjana-sarjana dari Inggris dan Amerika. Pekerjaan ini mereka lakukan untuk ‘merevisi kembali’ – lebih tepat menggantikan — KJV/AV dengan memperbandingkan naskah-naskah kuno yang digunakan oleh Westcott dan Hort untuk mendukung teks mereka/Critical Text.

b. American Standard VEersion (ASV) – 1900-1901
Versi ini didasarkan pada English Revised Version 1881 dan type teks Westcott dan Hort. Revisi ini dipersiapkan oleh anggota Komite Perevisian Amerika/American of the Revision Committee.

c. Revised Standard Version (RSV) – 1952
Ini adalah revisi dari American Standard Version – 1901 yang pada tahun 1928 diterbitkan oleh International Councial of Religious Education. Ada 32 sarjana Alkitab yang berkerja dalam Komite perevisian ini. P.B. diterbitkan pada tahun 1946 dan Alkitab secara lengkap diterbitkan pada tahun 1952. Dan ini diterbitkan oleh Devision of Education of the National Council of Churches of Christ di U.S.A. Komite dari versi ini terdiri dari orang-orang Protestan dan Katolik dari Inggris, Canada dan U.S.A.

d. New English Bible (NEB) – 1970
Komite yang mengerjakan versi ini terdiri dari sarjana-sarjana Alkitab dari Inggris, Scotlandia, Wales, dan Irlandia yang dibantu oleh Badan Penerbitan Universitas Oxford dan Cambridge. Mereka bekerja untuk menyelesaikan terjemahannya dari bahasa Ibrani dan Yunani selama dua puluh tahun. Kitab P.B. dari NEB ini diterbitkan pada tahun 1961 dan secara lengkap, P.L. dan P.B. pada tahun 1970 yang dilengkapi dengan kitab-kitab Apocrypha diantara Kitab Maleakhi dan Matius.

e. New American Standard Bible (NASB) – 1971
Ini adalah versi dari ASV (1901) yang ia sendiri merupakan Alkitab revisi dari ERV (1881-1885). The Lockman Foundation of La Habra, California yang mensponsori penerjemahan yang dilakukan selama sepuluh tahun dari teks Ibrani dan Yunani. Kitab P.B. diterbitkan pada tahun 1963 dan secara lengkap tahun 1971.

f. Today’s English Version atau Good News For Modern Man (1966)
TEV diterjemahkan oleh Robert Bratcher dan diterbitkan oleh American Bible Society. Metode dinamik equivalen yang digunakan untuk menerjemahkan versi ini menghasilkan terjemahan yang menyerang doktrin tentang “darah Kristus”, yaitu dengan menerjemahkan kata ‘haima’ atau ‘blood’ penebusan dengan kata ‘death’ (Kis. 20:28; Rom. 3:25, 5:9; Ef. 1:7, 2:3; Kol. 1:14, 20; 1 Pet. 1:19; Why. 1:5, 5:9).

g. Living Bible (1971)
Living Bible diterjemahkan oleh Kenneth Taylor. Terjemahan ini tidak didasarkan pada teks bahasa asli, tetapi saduran atau parafrase dari ASV. Menurut Dr. Jeffrey Khoo, istilah nama Living Bible merupakan tipuan. Ini bukan ‘Living Bible’ tetapi ‘Deadly Bible’. 27

h. New International Versiom (NIV) – 1978
Penerjemahan ini disponsori oleh New York International Bible Society. Komite ini menerjemahkan teks Ibrani, Arami dan Yunani. Mereka terdiri dari sarjana-sarjana Alkitab dari sekolah Alkitab, Universitas dan seminari-seminari di Amerika, Inggris, Canada, Australia, Selandia Baru dan bermacam-macam denominasi seperti Anglikan, Sidang Jemaat Allah, Baptis, Brethern, Reformed, Gereja Kristus (Church of Christ), Lutheran, Mennonite, Methodist, Presbyterian, Wesleyan dan gereja-gereja lainnya. Penerjemahan Alkitab ini dilakukan dengan metode terjemahan dinamik equivalen. Menurut “Thompson Chain – Reference Bible”, “Para penerjemah yang tergabung dalam komite penerjemahan NIV adalah orang-orang yang memiliki commitment, bahwa Aklkitab adalah firman Allah yang berotoritas dan infallibility dalam bentuk tulisan.” Kalau memang demikian, sungguh sangat disayangkan karena ternyata hasilnya NIV banyak menyerang doktrin Fundamental Kekristenan.

Dr. S.H Tow, dalam artikelnya, “NIV Claims Examined: A Close Look at Today’s Best Seller”, paling sedikit mencatat tujuh doktrin Kristen alkitabiah yang diserang oleh NIV;

1. NIV menyerang doktrin penebusan di dalam Kristus;
2. NIV menyerang eksistensi kekal Kristus;
3. NIV menyerang keilahian Kristus;
4. NIV menyerang bahwa Kristus adalah anak Allah;
5. NIV menyerang kelahiran Kristus dari anak dara;
6. NIV menyerang kenaikan dan pemuliaan Kristus; dan
7. NIV menyerang doktrin tentang kedatangan Kristus yang kedua kali.
8. NEW REVISED STANDARD VERSION (NRSV) – 1990

Diselesaikan selama 15 tahun oleh 30 sarjana. Di dalamnya dimasukkan Apochrypha/ Deuterokanonika yang diterima oleh Gereja Roma Katolik dan Gereja-gereja Ortodox Timur.
Semua versi di atas didasarkan pada Critical Text dan perlu dicatat itu adalah sebagian versi yang ada yang didasarkan pada Critical Text. Sebenarnya masih banyak versi lain yang didasarkan pada CriticalText yang tidak dibahas dalam buku ini, oleh sebab yang ditekankan pada buku ini adalah Critical Text-nya bukan versi-versi modern yang didasarkan padanya.



                                

















 


a

LOGO






Sola Scriptura