Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Menolak arogansi kelompok

Berulang kali kita mendengar berita tentang gereja yang ditutup, orang Kristen yang dilarang beribadah, bahkan begitu banyak aniaya terjadi di berbagai pelosok di Indonesia ini. Mirip dengan yang diadukan pemazmur kepada Tuhan di ayat 1-3. Lebih dari sedih atau marah, apa sikap dan tindakan yang sesuai dengan firman Tuhan?

Pemazmur merasakan hal tersebut, seakan-akan ia tidak berhak untuk hidup dan menikmati dunia ciptaan Tuhan yang Dia karuniakan bagi semua umat manusia (ayat 1-3). Dalam kesulitan pemazmur mengarahkan matanya kepada Tuhan yang bersemayam di tempat kudus-Nya di surga (ayat 4). Bila di bumi orang percaya seolah tidak beroleh tempat, ada tempat di surga untuk mengadu dan menampung masalah kita. Dari takhta keadilan-Nya Tuhan akan menyatakan kedaulatan-Nya. Tidak boleh ada orang yang mengklaim diri berhak mutlak mengatur dan mengendalikan dunia ini. Hanya Tuhan sebagai Pemilik sejati yang memiliki hak mutlak. Tuhan pasti akan menghancurkan orang-orang yang menindas dan memperkosa hak kemanusiaan, serta membalas perbuatan diskriminatif itu dengan setimpal (ayat 6).

Kita harus terlibat dengan aktif dalam segala upaya menegakkan keadilan Tuhan di negeri yang kita cintai ini. Bukan semata-mata karena kita sedang tertindas, tetapi karena Tuhan peduli kepada setiap orang benar yang ditindas kefasikan, kemunafikan, atau kefanatikan orang lain. Namun lebih daripada itu karena bumi ini milik Tuhan yang Maha Adil sekaligus Maha Kasih. Dia tidak pernah membeda-bedakan siapa yang boleh menikmati bumi ini. Di dalam Dia tidak ada diskriminasi suku, bangsa, ras, dan bahasa juga sosial-budaya. Di Indonesia yang berdasarkan Pancasila, setiap orang harus mendapat perlakuan sama. Kita harus mulai dari diri sendiri sebagai orang-orang yang sudah mengalami kasih Kristus. Kita harus menjadi duta Injil untuk mengangkat kembali harkat kemanusiaan yang sudah diinjak-injak oleh orang berdosa.
(Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Nasihat para sahabat yang bermaksud baik ialah menggunakan jalan kebijaksanaan. "Pergilah ke gunung di mana ada banyak tempat untuk bersembunyi" merupakan cara dunia untuk lolos dari ancaman. Pemazmur menegaskan bahwa harapannya adalah kepada Tuhan. Bukannya mengambil jalan yang mudah, pemazmur memilih untuk memakai jalan iman. Pemazmur sadar bahwa tindakan melarikan diri hanya berarti meruntuhkan iman dasarnya. Bagaimanapun juga, Allah berada dalam bait-Nya yang kudus, takhta-Nya ada di surga dan mata-Nya senantiasa melihat terus apa yang terjadi di bawah sini. Oleh karena itu, hukuman Allah pasti akan menimpa orang fasik seperti yang terjadi atas Sodom, sedangkan orang benar akan melihat wajah Allah.















 


a

LOGO






Sola Scriptura