Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Tolak info yang menyesatkan

Era kita adalah era informasi. Dengan banyaknya alat-alat informasi canggih dan menarik, tidak ada orang yang tidak hidup dalam pengaruh informasi. TV, radio, MP3, internet, hp, tiap detik membanjiri kita dengan berbagai data. Kita merasa wajib dan butuh memiliki benda-benda penyalur info tadi meski sebagian besar info yang kita terima tidak bermanfaat, bahkan sering kali jahat dan sesat.

Pemazmur menyinggung tentang bibir manis, lidah pembual, dan penindasan terhadap orang lemah (ayat 4-6). Dalam era informasi ini kita menyadari bahwa memang penyalahgunaan informasi bisa berdampak penindasan bahkan pembunuhan karakter dan penghancuran masa depan! Kita tertipu oleh iklan-iklan yang menimbulkan kebutuhan yang tidak perlu, dan yang memberi gambaran kehidupan yang tidak benar. Generasi muda khususnya perlu diingatkan agar tidak menelan mentah-mentah sajian iklan atau film yang tidak etis, yang sarat racun hedonisme, materialisme, egoisme, bahkan ateisme praktis.

Seperti pemazmur, orang Kristen harus resah dan peduli terhadap berbagai kebohongan, penipuan, dan penindasan yang datang melalui info-info jahat media massa. Gereja, bukan saja Allah (ayat 6), harus bangkit dan bicara, berani menyuarakan didikan kepada warganya, terutama kepada generasi muda. Juga tanggap menyoroti kebohongan-kebohongan. Orang Kristen, terutama yang dikaruniai kedudukan dalam kepemimpinan harus menjadi teladan agar bicara atau menyampaikan informasi yang didasarkan kepada kebenaran dan janji-janji Allah di dalam Alkitab (ayat 7-8). Kita sendiri perlu menjaga perilaku dan sikap hidup kita agar berpadanan dengan kebenaran firman Tuhan yang kita kumandangkan sehingga menjadi kesaksian yang sungguh-sungguh berkuasa. Doakan para pemimpin Kristen kita, baik yang duduk di pemerintahan maupun yang memiliki posisi di dalam bisnis media dan hiburan, agar hati mereka kudus, dan kudus pula yang mereka lakukan !
(Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Mazmur ini menggambarkan suatu masa penganiayaan yang lain lagi, yaitu saat masyarakat tercerai-berai. Sambil meratapi keadaan di mana kebohongan dan kepalsuan merajalela, pemazmur juga mengutarakan keyakinannya yang kokoh kepada Allah yang tetap disembah oleh golongan minoritas yang setia. Pemazmur berbicara bagi orang-orang yang setia, yaitu orang-orang saleh yang telah dianiaya. Ayat ini berbentuk ucapan Allah yang menjawab doa yang tulus dari orang yang setia. Allah berjanji akan menolong, yang akan menghasilkan perlindungan yang menyeluruh. Berbeda dengan ucapan orang yang bermulut besar, kata-kata Allah itu murni seperti perak yang paling murni. Apa yang sudah Ia janjikan, pasti akan Ia laksanakan.















 


a

LOGO






Sola Scriptura