Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Minta keadilan

Mamur ini merupakan ratapan pemazmur yang dikejar-kejar oleh musuh yang tak kenal belas kasihan. Pemazmur meminta agar Allah bertindak menghakimi musuhnya (ayat 2), menyatakan kasih setia-Nya (ayat 7), menjalankan penyelamatan dan penghukuman-Nya (ayat 13-15).

Permohonannya agar Allah menghukum dengan adil didasarkan atas ketaatannya. Ia bukan mengklaim dirinya sempurna atau taat tanpa cacat. Namun sebagai orang beriman yang konsisten, ia berani diperiksa oleh Tuhan tentang kesetiaannya memelihara firman Tuhan dalam sikap dan tindakannya (ayat 3-4). Doa mohon Allah bertindak adil menghakimi musuh orang beriman layak didasari atas fakta ketaatannya. Akan tetapi, bukan berarti bahwa kebenaran kita adalah dasar untuk mendesak Tuhan membela kita. Penyebutan ketaatan yang telah dilakukan bukanlah dasar tambahan bagi orang beriman untuk beroleh pertolongan Tuhan. Semua adalah karena anugerah, yang dibuktikan orang beriman dalam hidup yang taat. Maka dasar satu-satunya bagi doa untuk memohon Tuhan bertindak adalah kasih setia Tuhan (ayat 6-7).

Pemazmur kemudian mengadukan kejahatan para musuhnya kepada Tuhan. Ia mohon Tuhan melindungi dia dari berbagai kejahatan musuh. Pemazmur meminta Tuhan memuaskan musuh-musuhnya dengan nafsu mereka (ayat 14). Bagi pemazmur, ini merupakan hukuman yang mengerikan. Lalu pemazmur meminta agar dapat memandang wajah Allah dalam kebenaran (ayat 15). Jika ia meminta supaya musuhnya "puas" (ayat 14) dengan keinginan mereka, maka ia akan "puas" (ayat 15b) dengan memandang rupa Tuhan. Kepuasan pemazmur bukan terletak pada dendam yang terbalaskan, melainkan pada perwujudan keadilan dan kasih setia Allah.

Bagaimana sikap kita ketika menghadapi kekelaman hidup? Adakah hasrat seperti doa pemazmur juga mengisi doa dan tindakan kita, yakni agar seluruf sifat Allah dinyatakan ke semua pihak, baik ke orang jahat dalam keadilan-Nya maupun ke orang beriman dalam kasih-Nya.
(Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Di sini pemazmur meratapi perlakuan tidak adil dari musuh-musuhnya. Allah jelas adalah tempat pengaduan terakhirnya, satu-satunya harapannya. Seruan Memohon Keadilan. Dengarkanlah, Tuhan, perkara yang benar. Pemazmur berdoa pertama-tama agar Allah mau dengar, perhatikan dan beri telinga terhadap perkaranya. Ia berseru hanya untuk mendapatkan keputusan adil dari Yang Mengetahui bahwa dia tidak bersalah. Allah telah menguji, memeriksanya, dan menyelidiki dia, dan akan tetap mendapati dia tidak bersalah. Dia meminta agar Allah menunjukkan kasih setia-Nya, menyelamatkan dia, dan menyembunyikan dia dari orang-orang yang melawan dia.














 


a

LOGO






Sola Scriptura