Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Pujilah tuhan

Pengalaman hidup pemazmur bersama Allah penuh dengan dinamika. Ia mengalami tekanan dalam hidup, tetapi kemudian merasakan kelepasan dan kemenangan karena Allah. Itulah sebabnya, ia menutup mazmurnya dengan syukur dan puji-pujian.

Puji-pujian pemazmur dimulai dengan pernyataan iman bahwa Tuhan hidup (ayat 47). Ini nyata di dalam pengalaman yang telah dijalani pemazmur. Pergumulan hidup dan kelepasan yang dia peroleh membuat pemazmur belajar dan menemukan bahwa Allah adalah Tuhan yang hidup. Maka kelepasan dan kemenangan dari musuh menjadi sesuatu hal yang bisa terjadi (ayat 48-49), karena Allah yang berperan di dalam segala sesuatu yang terjadi. Tuhan menyatakan anugerah-Nya kepada pemazmur dengan menjadikan dia sebagai raja atas umat pilihan-Nya. Namun bukan hanya itu. Tuhan juga menyatakan kesetiaan-Nya kepada keturunan pemazmur, sebagai orang yang Dia urapi (ayat 51). Tidak mungkin berhala mati buatan tangan manusia melakukan semua itu. Hanya Tuhan yang hidup, yang mulia dan yang berkuasa! Itu semua membuat pemazmur mengumandangkan syukurnya, bahkan sampai menembus batas ruang lingkup bangsanya (ayat 50). Ia ingin bangsa-bangsa mengetahui juga kebesaran dan kemuliaan Allahnya.

Orang yang mengalami anugerah Allah di dalam Kristus atas hidupnya tidak mungkin hidup tanpa rasa syukur dan pujian kepada Allah. Dan orang yang di dalam dirinya telah lahir syukur dan pujian, tidak mungkin berdiam diri saja atau menyimpan semua itu di dalam hati. Syukur dan pujian niscaya bersuara dan harus berbicara. Orang-orang disekeliling kita perlu tahu bahwa Tuhanlah yang telah berkarya di dalam hidup kita. Dengan demikian akan ada orang yang tertarik kepada Allah di dalam Kristus karena kekaguman atas campur tangan-Nya di dalam hidup kita. Kiranya kita menjadikan hidup kita sebagai lagu pujian yang mengumandangkan karya dan kemuliaan Allah yang mulia. (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Bahwa adalah Allah, dialah yang mengikat pinggangku. Pujian atas kemenangan itu dengan tegas diberikan kepada Allah, yang membuat setiap langkah mungkin. Mulialah Allah Penyelamatku. Segala hormat dan pujian hanya layak bagi Allah.


 














 


a

LOGO






Sola Scriptura