Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Tuhan, Sang Raja

Ingat penggalan lagu ini "Tuhan di pihak kita, siapakah lawan kita? Tidak ada!" Lagu sekolah minggu ini menggambarkan keyakinan iman anak-anak Tuhan bahwa sebagai milik Tuhan hidup kita dijamin oleh Dia.

Pemazmur merasakan keyakinan yang sama saat menyaksikan penahbisan raja Israel yang baru. Israel adalah negara kecil dan muda. Ia hadir di tengah-tengah banyak bangsa yang relatif lebih besar dan yang tak sedikit bersikap bermusuhan dan hendak menjajahnya. Bagi pemazmur, sikap bangsa-bangsa musuh yang hendak menjegal raja Israel sama saja dengan memusuhi TUHAN (Yahweh). Sungguh nekat! Siapa yang dapat bertahan melawan Sang Pemilik Israel, yang telah meneguhkan takhta Israel pada pundak Daud dan keturunannya? Hanya Raja urapan Tuhanlah yang mewarisi ujung bumi (ayat 8). Oleh karena itu, pemazmur mengimbau bangsa-bangsa untuk menerima pengajaran, takluk kepada Tuhan dan menyembah Dia, Allah yang sejati (ayat 10-11). Jangan sampai murka Tuhan menerpa dan kehancuran menimpa (ayat 12).

Umat Kristen masa kini pun dapat bersorak dan beribadah dengan sukacita tanpa perlu merasa khawatir karena Tuhan Yesuslah yang telah menggenapi penyebutan istimewa Sang Raja sebagai Anak Allah dan Mesias (Kis. 4:25-26). Bapa menundukkan seisi dunia di bawah kaki Mesias. Semua bangsa dan setiap manusia yang tidak mau bertobat akan mendapatkan balasannya. Begitu pula pihak-pihak yang merongrong umat-Nya. Sekali kelak mereka akan dihancurkan dan musnah tak berbekas.

Di tahun ini realitas hidup umat Tuhan tidak semakin ringan. Justru tantangan semakin kuat untuk menolak ketuhanan Yesus dan kesaksian Kristen terhadap Dia. Namun Dia yang sudah melalui penderitaan dahsyat kini memerintah sebagai Tuhan dan Raja. Kita bukan hanya bisa bertahan bahkan mampu menyuarakan kebenaran tentang Kristus ini kepada semua orang. Dengan nada kemenangan! (Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Rencana untuk Yang Diurapi Allah. TUHAN … berkata. Sabda oleh orang yang diurapi Allah dinyatakan sebagai ketetapan Allah. Pernyataan, "Anak-Ku Engkau," paralel dengan "raja-Ku" dalam jawaban Allah. Frasa ini dikenal dikenakan kepada Yesus ketika dibaptis:

Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Markus 1:11).

Perhatikan bahwa Yang Diurapi Allah mendapatkan dua janji-kekuasaan dan kemenangan. Dari sudut Perjanjian Baru kita mengetahui bahwa Mesias memang sungguh-sungguh Putra Allah.














 


a

LOGO






Sola Scriptura