Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Mendoakan pemimpin

Pernahkah kita mendoakan para pemimpin kita? Baik pemimpin negara, masyarakat, atau gereja? Mari kita mendoakan mereka dengan menggunakan mazmur ini.

Doa ini dipanjatkan dalam ibadah sebelum raja berangkat berperang melawan musuh. Tugas raja adalah menyejahterakan rakyatnya dan menjaga bangsanya dari musuh yang mengancam kedaulatan wilayahnya. Keduanya saling berkaitan. Aman dari musuh adalah konteks untuk pembangunan kesejahteraan rakyat.

Seorang imam mungkin melantunkan ayat 2-5, disusul dengan seruan jemaat di ayat 6, lalu kembali imam (7-9), dan diakhiri secara bersama-sama (10). Kesatuan doa ini terlihat. Ungkapan yang senada memulai (2a) dan mengakhiri (10b) doa ini. Nama Allah (2b, 6b, 8b) menjadi sandaran yang kokoh bagi kemenangan raja (6a, 7a, 10a). Kekuatan raja berasal dari surga (3, 5) karena Allah telah memilih dan mengurapi dia (7). Raja telah menjaga relasi kudusnya dengan Allah (4) serta tidak bersandar pada kekuatan pasukan perangnya (8a), padahal itulah yang lazim dijadikan pegangan raja-raja yang tidak mengenal Allah! Kemenangan pasti menjadi milik orang yang bersandar penuh kepada Allah (9).

Bagaimana mendoakan pemimpin kita? Konteks sekarang bukanlah peperangan melainkan kesejahteraan rakyat. Kita harus yakin bahwa para pemimpin kita adalah mereka yang Allah pilih untuk menyelenggarakan pemerintahan yang adil dan menyejahterakan rakyat. Ingat, kita ikut andil memilih mereka dalam pemilu yang lalu. Kita perlu mendoakan agar Allah berbelas kasih pada mereka dan mereka hidup takut akan Tuhan sehingga menjalankan tugas dengan benar. Doa pemazmur merefleksikan kepercayaan dan dukungan rakyat terhadap rajanya. Siapkah kita memberi kepercayaan dan dukungan, sambil tetap bersikap kritis (8) kepada pemimpin kita? (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Mazmur ini berisi ucapan syukur karena doa yang terjawab. Raja adalah tokoh sentral, sementara kemenangannya menjadi perhatian warga negaranya. Keyakinan yang penuh kepada Allah dinyatakan di seluruh bagian mazmur ini. Meskipun doa tersebut ditujukan kepada raja, doa itu juga merupakan syafaat bagi raja. Ini menggambarkan langkah vital dalam persiapan pertempuran, ketika raja menyampaikan kurban persembahannya kepada Tuhan dan mendapatkan jaminan bahwa Allah memberkati. Sabda berisi Jaminan. Sekarang aku tahu. Setelah ada suatu interval atau jeda, mungkin waktu kurban-kurban dipersembahkan, pemazmur menanggapi soal keyakinan dalam bentuk perkataan-perkataan nubuat. Koor Penutup. Ya Tuhan, berikanlah kemenangan kepada raja! Septuaginta (LXX) menyatakan bagian ini secara lebih harfiah sehingga berbunyi: Ya Tuhan, selamatkanlah raja dan jawablah kami waktu kami berseru (O Lord, save the King and answer us when we call).

















 


a

LOGO






Sola Scriptura