Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Nantikanlah tuhan

Harapan orang beriman di saat kesusahannya, memang hanya Allah. Keyakinan akan Allah membuat pemazmur beranggapan bahwa bila Allah dekat maka tidak ada satu masalah pun yang berani mendekat. Tentu hal sebaliknyalah yang akan terjadi bila Allah menjauh dari dia. Sebab itu, ketika pemazmur dililit kesusahan, yang ia harapkan adalah agar Allah tidak menjauh dari dia (ayat 20). Ia memohon agar Allah segera menolong dia karena situasi yang dia hadapi begitu kritis (ayat 21-22). Kelihatannya tidak ada jalan keluar. Dalam keadaan tanpa alternatif jalan keluar, ia meminta Allah menolong dia.

Namun di tengah semua kesulitan itu, Allah menjawab doa pemazmur dan melepaskan dia dari semua kesusahan yang membelenggu dia. Maka sebagai respons, Daud memuji-muji kebesaran Allah di tengah-tengah umat (ayat 23-27). Kelepasan yang pemazmur alami membuat dia bersaksi bahwa Allah tidak meninggalkan dia, Allah tidak lagi menyembunyikan wajah-Nya dari Daud. Ketika ia berteriak kepada Allah, Allah menjawab doanya dan menyatakan kasih setia-Nya yang besar. Maka dia tidak perlu lagi mempertanyakan kenapa Allah meninggalkan dia.

Pujian pemazmur ini bagaikan akhir dari doa yang sudah lama dia panjatkan. Pujiannya kepada Allah dapat membangkitkan iman orang lain kepada Tuhan. Juga mendorong orang lain untuk juga memuji-muji nama Tuhan.

Mazmur ini mengajar kita untuk tetap berdoa kepada Allah saat kita sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan-Nya. Jangan menyerah dengan situasi yang membelenggu Anda, tetaplah berdoa! Ia akan tidak memandang rendah orang yang sedang berada dalam kesulitan. Namun dari doa Kristus di taman Getsemani dan saat Ia di kayu salib, kita belajar bahwa jawaban doa kita mungkin datang pada waktu yang berbeda dan dengan cara tidak seperti yang kita doakan. Dalam waktu dan cara yang lebih baik, yaitu berdasarkan waktu dan caranya Allah.   (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Permohonan pemazmur akan Kelepasan. “Tetapi Engkau, Tuhan, janganlah jauh. Segeralah menolong aku, … ” , semua menunjuk pada kebutuhannya Yang mendesak. Ucapan Syukurnya di Hadapan Umum ia mengatakan keinginannya bahwa dia bergantung kepada Allah dan memberitakan kelepasan pribadinya sendiri. “Segala ujung bumi” Dengan penuh harapan, pemazmur melihat kumpulan, tersebut menjadi besar sehingga mencakup semua manusia dan generasi-generasi yang akan datang. Harapan pribadinya meliputi bangsa tersebut dan kemudian seluruh dunia.


















 


a

LOGO






Sola Scriptura