Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Raja kemuliaan

Sejarah Israel penuh dengan kesaksian akan keperkasaan Tuhan dalam mengalahkan musuh-musuh umat-Nya. Baik pada periode kisah Keluaran, saat menaklukkan tanah Kanaan, maupun ketika dirongrong oleh berbagai bangsa di sekitar wilayah mereka, Tuhan membuktikan bahwa diri-Nya adalah Raja mereka. Bahkan lebih dari itu, Tuhan adalah Raja atas seluruh bumi dan isinya, karena Dialah pencipta dan pemilik semua itu (ayat 1-2).

Peristiwa apa saja yang memperlihatkan bahwa Tuhan adalah Raja atas Israel?

Pertama, saat Allah, dengan kuasa-Nya, membuat Israel menyeberangi laut Teberau dengan selamat. Musuh mereka, yaitu Firaun serta pasukan Mesir, Tuhan tenggelamkan di laut itu (Kel. 14). Maka pujian dikumandangkan (Kel. 15:1-18) dan Tuhan dimuliakan sebagai Raja pemenang yang memerintah selama-lamanya (ayat 18). Namun saat itu Israel belum tinggal di tanah Perjanjian.
Kedua, saat Israel telah menikmati kemerdekaan secara penuh di bawah kepemimpinan Daud. Bagi Daud, Tuhan adalah sumber kemenangannya. Dengan memindahkan Tabut Perjanjian, yang melambangkan takhta Allah, ke ibu kota Israel, Daud menyatakan bahwa Tuhanlah Raja Israel (ayat 2 Sam. 6). Prosesi melewati pintu gerbang kota suci inilah yang kemiudian hari dirayakan dengan mengumandang-kan Mazmur 24. Tentu, hanya mereka yang sungguh-sungguh tulus hati, yang layak menyembah Dia dan diperkenan oleh-Nya (ayat 3-6).

Berbagai perayaan gerejani, termasuk Kenaikan Tuhan Yesus bisa menjadi peristiwa penting untuk mengingat dan menyatakan Kristus sebagai Raja Gereja dan dunia serta segala isinya. Dialah yang sudah datang untuk bertakhta di hati orang percaya, untuk memerintah umat-Nya, dan untuk menyatakan kedaulatan dan keperkasaan atas para musuh-Nya. Dengan hidup dalam ketulusan hati serta kejujuran dan keadilan perilaku, umat Tuhan merajakan Kristus Yesus dalam hidup mereka dan menjadi kesaksian bagi orang yang belum percaya. 
(Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Ini adalah salah satu dari nyanyian kenegaraan paling agung di seluruh Mazmur. Tuhanlah yang empunya bumi. Penekanan pada kekuasaan Allah atas bumi dan semua makhluk ciptaan ini merupakan peringatan berharga untuk tidak membatasi Allah. Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Pengakuan akan sang Pencipta. Allah sebagai penguasa tertinggi atas seluruh bumi tidak boleh dihampiri secara sembarangan. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang. Diceritakan bahwa ambang-ambang pintu atau penutup portal terlalu rendah bagi raja ilahi untuk memasuki gerbang. Supaya masuk raja kemuliaan. Perintah kepada para penjaga pintu gerbang itu melambangkan kebenaran bahwa kehadiran Allah akan jelas, ajakan untuk mengenal Raja ini. Sesudah perintah dan ajakan kedua maka terdengarlah jawaban yang jelas-Tuhan semesta alam, Dialah raja kemuliaan.

















 


a

LOGO






Sola Scriptura