Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 

 
 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Menanti-nantikan tuhan

Mengapa kita menanti-nantikan seseorang atau sesuatu? Tentu karena kita menganggap seseorang atau sesuatu itu penting bagi kita. Apakah kita juga menganggap Tuhan penting, sehingga kita pun menanti-nantikan Dia?

Orang yang menanti-nantikan Tuhan percaya bahwa Tuhan tidak akan tinggal diam bila ia mengalami sesuatu hal dalam hidupnya. Itu sebabnya, ia tidak malu memercayakan hidupnya kepada Tuhan (ayat 2-3). Akan tetapi, banyak orang Kristen malu untuk memberikan kesaksian tentang imannya kepada Tuhan. Mereka tidak yakin bahwa Tuhan akan membela tatkala orang yang tak mengenal Tuhan mengolok-olok mereka. Atau bila penindasan dari musuh Tuhan menimpa mereka. Namun orang Kristen yang sejati mengenal Tuhannya, serta percaya dan menaruh harap kepada Dia.

Orang yang menanti-nantikan Tuhan percaya bahwa Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar (ayat 4-14). Ia sadar bahwa rahmat dan pengampunan Tuhan bersifat permanen (ayat 6-7), dan ia yakin akan ikatan perjanjian Tuhan yang teguh dan kekal (ayat 14). Oleh karena itu, walaupun bisa jatuh dan gagal, ia percaya bahwa ia bisa bangkit lagi (ayat 8-11). Betapa seringnya kita membiarkan diri ditipu oleh Iblis sehingga memiliki anggapan bahwa Tuhan sudah bosan mengampuni kita yang berulang kali jatuh ke dalam dosa. Akibatnya kita tenggelam dalam rasa bersalah dan keputusasaan. Padahal orang Kristen sejati seharusnya tahu bahwa pengampunan dalam Kristus bersifat tuntas, dan kehadiran Roh-Nya memberikan penyertaan yang tak terbatas.

Menanti-nantikan Tuhan (ayat 21b) harus dimulai dengan percaya bahwa Dia peduli dan mau mengajarkan jalan-Nya. Ingatlah senantiasa janji-Nya bahwa Dia siap mengampuni saat kita gagal. Dia juga siap memperbarui hidup kita saat kita berserah kepada-Nya. Sebab itu, berdoalah, minta Tuhan memberi kekuatan dalam menghadapi tantangan sehingga kita tidak mudah berputus asa. Dengan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan kemenangan kita, tiada musuh dapat bertahan !  (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Doa memohon perlindungan. Kepada-mu, ya Tuhan. Dasar dari permohonan akan perlindungan ini ialah kepercayaan bersahaja pemazmur kepada Allah. Dia memohon belas kasihan dan kemurahan Allah, yang telah dinyatakan dalam sejarah. Renungan Mengenai Karakter: Allah. Tuhan itu baik dan benar. Karakteristik ini dan karakteristik lain dari Allah diketahui dari tanggapan-Nya dalam sejarah. Karena Dia adalah adil, benar, penuh kebaikan, dan dapat diandalkan, maka Dia akan memimpin dan mengajar manusia menurut jalan-jalan ini.

















 


a

LOGO






 

Sola Scriptura