Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 

 
 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Hanya tuhan menolongku

Dalam zaman yang serba tidak pasti dan penuh ancaman ini, apakah yang menjadi andalan Anda? Bersama pemazmur, mari kita nyatakan keyakinan bahwa Tuhan adalah persandaran yang teguh dan yang satu-satunya (ayat 1-6). Keyakinan demikian akan memberanikan kita untuk datang dan memohon pertolongan-Nya (ayat 7-14).

Pemazmur mulai dengan pertanyaan retoris, "Jika Tuhan adalah terang, keselamatan, dan benteng hidupnya, kepada siapakah dia harus takut?" Ketiga lambang ini menegaskan sifat Allah. Terang melambangkan kehadiran Allah yang mengenyahkan kegelapan, sekaligus memberi rasa aman. Keselamatan jelas merupakan akibat dari perlindungan Tuhan. Sedangkan benteng menggambarkan pertahanan dan perlindungan yang kokoh terhadap serangan musuh.

Di manakah tempat perlindungan paling aman bagi anak-anak Tuhan (ayat 4-6)? Tentu di rumah Tuhan! Dua kata dipakai di sini, yaitu rumah Tuhan dan bait-Nya. Yang dimaksud bukanlah wujud fisik melainkan kehadiran dan penyertaan Tuhan atas umat-Nya, yakni ketika umat beribadah dan Dia menyatakan berkat-Nya. Bandingkan dengan keyakinan pemazmur untuk tinggal selamanya di rumah Tuhan (Mzm. 23:6). Dengan keyakinan seperti inilah pemazmur berani meminta pertolongan Tuhan atas semua kesesakan yang ia alami (ayat 12). Delapan kata kerja dipakai untuk mengajukan permohonannya (ayat 7, 9, 11-12), diselingi dengan motivasi yang mendorong pemazmur bermohon:

"wajah-Mu kucari, ya Tuhan" (ayat 8). Mencari wajah Tuhan berarti mencari perkenan-Nya. Kalau Tuhan berkenan, pasti Ia menolong.

Keyakinan pemazmur kiranya menjadi keyakinan sekaligus komitmen Anda. Pertolongan manusia terbatas baik oleh daya, waktu, dan juga kemauan (ayat 10). Saat kesusahan datang, ingat dua hal: sifat Tuhan yang peduli dan mau menolong umat-Nya, dan bahwa Dia pernah menolong Anda. Katakan, 'Tuhan aku percaya pada-Mu' (ayat 13) dan nantikanlah pertolongan-Nya (ayat 14) (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Percaya Tanpa Syarat. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku. Ungkapan-ungkapan kegembiraan ini memperkenalkan suasana tenteram. Dalam bagian lain manapun dalam Perjanjian Lama tidak pernah Tuhan disebut sebagai Terangku. Karena pemazmur menyatakan Allah sebagai terang, keselamatan dan kekuatan, maka tidak ada alasan untuk merasa takut atau panik. Ketenteramannya tidak dengan syarat-syarat lahiriah, tetapi tanpa syarat. Dasar atau penyebut yang sama itu kemungkinan besar adalah kehadiran Tuhan, yang dicari dan diingini pemazmur. Realisasi dari kehadiran Tuhan ini terjadi dengan cara berdiam di dalam rumah Allah, melihat keindahan-Nya, Kehadiran yang sama ini menimbulkan rasa aman ketika menghadapi kesusahan. Seruan karena Ketakutan yang Mencemaskan. dengarlah, Tuhan. Walaupun pemazmur telah ditinggalkan dan ditolak, kepercayaannya tidak surut. Dari keputusasaan yang dalam, dia mengingatkan dirinya untuk bersabar menanti Allah mengerjakan kehendak-Nya.


















 


a

LOGO






 

Sola Scriptura