Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Doa hamba Allah yang menderita

Mazmur 31 adalah ungkapan doa hamba Allah yang mengalami penderitaan oleh karena imannya. Pemazmur menghadapi para musuh yang hendak membinasakannya (ayat 5, 14) yaitu mereka yang memilih menyembah berhala daripada menyembah Tuhan (ayat 7). Bertahun-tahun pemazmur menahan sakit hati mendapatkan ejekan dari mereka, baik dalam bentuk terang-terangan oleh para lawan, maupun bisik-bisikan gosip para tetangga yang memerahkan daun telinga (ayat 10-14). Bahkan sempat sesaat pemazmur merasa Tuhan juga tidak peduli akan pergumulannya (ayat 23a).

Pemazmur memanjatkan permohonannya kepada Tuhan karena ia percaya Tuhan pasti mendengar dan menjawabnya (ayat 15, 23). Ia tahu Tuhan adil (ayat 2) maka orang benar tidak akan dipermalukan (ayat 2, 18a) sebaliknya, orang fasik akan mendapat ganjaran setimpal (ayat 18-19, 24). Berulang kali pemazmur menyatakan keyakinannya bahwa Tuhan setia (ayat 6, 8, 17, 22) maka orang benar akan mengalami pertolongan pada waktunya (ayat 5). Pemazmur yakin orang benar akan mengalami kebaikan Tuhan (ayat 20), yaitu perlindungan dan pemeliharaan-Nya dari orang-orang jahat.

Menarik sekali, pemazmur menggunakan kata "wajah-Mu" dua kali. Wajah Tuhan menyatakan perkenan-Nya (band. Mzm. 27:8). Pemazmur mengharapkan wajah Tuhan memancarkan cahaya ke atas dirinya, sebagai tanda kesetiaan Tuhan menyertainya (ayat 17). Dengan penyertaan seperti itu, para musuh tidak mungkin mengganggunya (ayat 21).

Sebagai pengikut Kristus, pikul salib adalah bagian kita. Ingat, Kristus sudah lebih dahulu memikul salib-Nya. Dia adalah sumber kekuatan dan penyertaan kita. Jangan bergu-mul sendirian. Dia hadir melalui Roh Kudus-Nya yang tak terbatas dalam hati kita. Dia menyediakan persekutuan orang percaya yang bisa saling menghibur, menguatkan dan meneguhkan. Ingat juga, banyak orang Kristen di berbagai penjuru dunia telah setia dan menang saat didera berbagai penderitaan oleh karena iman mereka. (Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Doa penuh penyerahan Suatu seruan Penuh Kepercayaan. Pada-Mu, Tuhan … aku berlindung. Pemazmur mendapatkan perlindungan di dalam Allah. Berdasarkan hal inilah dia dapat berseru dengan penuh iman untuk mendapatkan kelepasan dan rasa aman. Pemazmur telah menjadi tercela dan menakutkan bagi teman-temannya. Dia adalah orang yang dilupakan dan dibuang, seperti bejana pecah. Dalam keadaan kesepian dan putus asa, temannya satu-satunya adalah Allah, dan harapannya satu-satunya adalah menyerah pada belas kasihan Allah. Sikap Bersyukur. Alangkah limpahnya kebaikan-Mu. Ingatan atau kenangan akan kasih setia Allah pada masa lalu dan kepastian akan pertolongan yang senantiasa datang, membangkitkan kata-kata pujian dan kata-kata berkat. Kepercayaan kepada Allah mendorong dia memberi nasihat kepada orang lain, kasihilah Tuhan … kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu.
















 


a

LOGO






Sola Scriptura