Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Bahagia karena diampuni

Seperti apa perasaan orang yang menyimpan dosa dalam dirinya? Mungkin ia akan merasa bersalah, atau merasa diri munafik. Bisa juga ia merasa takut jika dosanya diketahui orang lain. Namun yang pasti, tak ada anak Tuhan yang tahan lama-lama menyimpan dosa.

Pemazmur pernah mengalami rasa tertekan yang luar biasa saat ia menyimpan dosa di dalam dirinya. Akibatnya ia seperti orang yang kehilangan semangat hidup. Baru pada saat membuka diri di hadapan Tuhan dan mengaku dosa, pemazmur mengalami kelegaan (ayat 5).

Mazmur ini unik. Pada saat yang sama ada pengakuan dosa, tetapi sekaligus pernyataan bahagia. Mazmur-mazmur "bahagia" (mis. Mzm. 1, 106, 112, 119, 128) pada umumnya mendasarkan ke-bahagiaan pada memercayai atau menaati firman Tuhan. Namun mazmur ini justru menyatakan bahwa kebahagiaan sejati adalah anugerah Allah yang Maha Pengampun. Oleh karena itu, pemazmur menasihati para pembacanya agar senantiasa memelihara relasi mereka dengan Tuhan secara intim dalam doa (ayat 6) dan dalam ketaatan pada firman-Nya (ayat 8-9). Dengan memelihara komunikasi yang dalam dengan Tuhan, kita akan mengalami hadirat-Nya terus menerus (ayat 7, 11). Dengan kesadaran bahwa hadirat Tuhan senantiasa melingkupi kita, kita akan terhindar dari pengaruh kefasikan dunia yang hanya menimbulkan murka Tuhan dan penghukuman-Nya.

Pemazmur menggubah mazmur ini sebagai suatu bentuk doa pengakuan dosa sekaligus pernyataan bahagia karena pengampunan Tuhan. Bagi kita yang sadar telah melanggar firman Tuhan, dekatkan diri pada takhta anugerah-Nya. Sujud dan mohon pengampunan-Nya. Tekadkan diri mendekat kepada Dia dalam persekutuan yang akrab lewat doa dan firman-Nya. Alami sekali lagi penyertaan Tuhan yang indah, hadirat-Nya yang menakjubkan, dan kuasa-Nya yang dahsyat, untuk membimbing hidup kita menyaksikan kemuliaan dan kemurahan-Nya. (Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Sukacita karena diampuni Kebahagiaan karena Diampuni. Berbahagialah. Sukacita ada pada si orang berdosa karena Allah telah sama sekali mengampuni dia. Beban Rasa Bersalah. Selama aku berdiam diri. Sebelumnya dia berdiam diri karena dia tidak mau mengakui dosanya di hadapan Allah. Siang atau malam dia tidak mengalami kelegaan selama dia tidak mau mengakui dosanya di hadapan Tuhan. Kelegaan karena Mengaku Dosa. Dosaku kuberitahukan … dan Engkau mengampuni. Karena Allah memberikan pengampunan, pemazmur menasihati orang untuk berdoa seperti itu. Berdasarkan pengalamannya sendiri yang luas, dia menjadi pelatih, pengajar, dan pembimbing, dengan menggunakan bahasa seorang berhikmat.
















 


a

LOGO






Sola Scriptura