Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Nyanyian baru bagi Tuhan

Bagaimana menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan setiap hari? Bukan dengan menciptakan lagu baru, melainkan dengan menghayati kehadiran Tuhan dalam hidup kita secara segar dan baru. Pemazmur mengajak kita melihat alam semesta ini dari kacamata Tuhan yang senantiasa aktif menyatakan pemeliharaan-Nya atas dunia ini.

Walau dunia ini penuh ketidakadilan dan pelanggaran hukum, jiwa kita disegarkan oleh kenyataan bahwa Allah kita adalah Allah yang adil dan kesetiaan-Nya tidak berubah (ayat 4-5). Anak-anak Tuhan boleh berharap dengan kepastian bahwa satu saat kelak keadilan-Nya akan ditegakkan. Hukum-hukum-Nya menjadi pembimbing hidup yang pasti.

Betapa hati kita trenyuh melihat dan merasakan bumi yang semakin rusak dan panas. Namun kita diingatkan oleh mazmur ini bahwa Sang Pencipta tidak membiarkan ciptaan-Nya hancur (ayat 6-9). Dia bertindak, menghakimi para perusak lingkungan. Dia bertindak, membela ciptaan-Nya dari kesewenang-wenangan manusia. Sesungguhnya semangat kita bergelora kembali untuk ikut serta membangun, melestarikan, dan memperbaiki bumi kita.

Realitas saat ini adalah bangsa berperang melawan bangsa, banyak penindasan, juga kekacauan. Bangsa-bangsa adikuasa semakin pongah, sementara suku-suku minoritas menjerit terjepit. Namun sejarah memperlihatkan Tangan Kuasa Allah yang berdaulat menggagalkan rencana-rencana secanggih menara Babel (ayat 10-11). Kita tidak perlu putus berharap bahwa kelak Tuhan akan datang, Kerajaan-Nya tegak mengatasi semua kerajaan dunia.

Anak-anak Tuhan tidak perlu kehilangan iman karena Tuhan masih berkarya dan karya-Nya menyatakan kuasa dan kasih setia-Nya. Ia sanggup dan Ia terus menerus memelihara umat-Nya (ayat 18-19). Naikkan pujian setiap hari dari hati yang senantiasa diperbarui dalam iman, yang mewujud dalam ucapan syukur dan tindakan kasih yang nyata kepada setiap orang yang kita jumpai. (Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Panggilan untuk beribadah Tanggapan orang-orang benar berbentuk ibadah bersama. Di sini diceritakan secara jelas mengenai alat musik pengiring yang dipakai dan intensitas suaranya. Pujian terhadap Firman Allah. Firman Allah itu. Ketulusan, kesetiaan, kebenaran, keadilan, dan kasih setia, semua memberikan gambaran tentang Dia. Pujian berlanjut ketika pemazmur menggambarkan kuasa Firman Allah untuk menciptakan. Jadi, firman itu dianggap sebagai ekspresi dari pikiran, kehendak, dan tindakan Tuhan. Pujian terhadap Rencana Allah. Rencana Tuhan tetap selama-lamanya. Berlawanan dengan rencana sia-sia bangsa-bangsa, Allah telah menetapkan dan membimbing bangsa pilihan-Nya. Allah melihat, memandang dan memperhatikan semua yang dipikirkan atau direncanakan manusia. Dia mengetahui rancangan-rancangan orang fasik, dan mata-Nya yang bisa melihat segala sesuatu mengetahui keperluan umat-Nya.















 


a

LOGO






Sola Scriptura