Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Orang benar mewarisi bumi

Berulang kali di mazmur ini, orang benar disebut-sebut akan mewarisi negeri/tanah (ayat 9, 11, 22, 29, 34). Apa maksud mewarisi negeri/tanah?

Di Perjanjian Lama, yang disebut sebagai umat Tuhan adalah bangsa Israel. Kepada mereka, Tuhan telah memberikan tanah Kanaan sebagai tempat tinggal mereka, sesuai dengan janji-Nya kepada Abraham. Jadi mewarisi tanah merupakan tanda bahwa Tuhan menyertai dan memberkati mereka. Dengan tanah yang mereka miliki dan tinggali, mereka bisa membangun kehidupan yang makmur dan sejahtera. Janji Tuhan nyata bagi anak-anak-Nya (ayat 23-26). Namun, bukan hanya Tuhan memberkati dan memelihara mereka lewat tanah yang menjadi sumber kehidupan mereka, mereka juga harus menegakkan keadilan dan kebenaran bagi sesama umat Tuhan, bahkan juga bagi orang-orang asing yang tinggal di antara mereka (ayat 27-29). Mewarisi tanah merupakan anugerah sekaligus tanggung jawab. Ketidaksetiaan mereka dalam menjalankan sisi tanggung jawab itu akan mengakibatkan penghukuman. Salah satu hukuman yang paling keras, yang Tuhan bisa jatuhkan kepada umat-Nya, kalau mereka terus menerus berdosa dengan mengkhianati Tuhan, adalah kehilangan negeri perjanjian dan terbuang ke negeri orang lain (Ul. 28:64-68).

Oleh sebab itu pemazmur mendorong umat Tuhan mempraktikkan hidup yang serasi dengan anugerah-Nya. Orang yang fasik, yang dengan sombong menjalani hidup dengan melawan Tuhan, tak akan memiliki masa depan (ayat 35-36, 38). Sebaliknya orang-orang yang hidup benar akan Tuhan pelihara (ayat 37, 39-40). Memang kita mudah pesimis dan kecil hati kalau melihat kefasikan merajalela di sekeliling kita. Bahkan sering kali lingkungan kerja kita pun dipenuhi dengan praktek-praktek kefasikan. Saat seperti itu, kita perlu belajar mengarahkan mata rohani kita kepada Tuhan, dengan lebih banyak berdoa dan merenungkan firman Tuhan untuk meneguhkan iman kita bahwa Tuhan masih pegang kendali atas hidup ini.

Kalau hidup kita saat ini tertekan oleh ulah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, bertahanlah dalam kesetiaan dan ketekunan iman. Pada waktunya Tuhan akan membalikkan keadaan. Mereka yang jahat justru akan hancur, sedangkan orang yang bersandar pada Tuhan akan menikmati pertolongan dan segala berkat-Nya.
(Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Upah bagi Orang Benar. Akan mewarisi negeri. Orang-orang yang rendah hati , orang-orang yang diberkati-Nya, dan orang-orang benar, pantas menerima upah yang dijanjikan itu. Perbedaan dalam hal upah. Engkau akan melihat orang fasik dilenyapkan. Kendatipun kini orang fasik melihat kesempatan, menjerat orang benar, akan datang waktunya orang benar; akan mempunyai kesempatan melihat sebaliknya. Nasib akhir orang jujur adalah damai, sedang bagi orang fasik adalah kebinasaan.

















 


a

LOGO






Sola Scriptura