Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 

 
 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Tidur nyenyak walau . . . .

Makin banyak orang yang hanya bisa tidur dengan pertolongan obat tidur. Kekhawatiran hidup yang berlebihan sering menjadi momok yang harus dihadapi dan dilalui setiap malam bagi orang-orang tertentu. Bagaimana kita bisa menutup hari yang berat dengan tidur nyenyak, seperti yang pada akhirnya dialami oleh pemazmur (ayat 9)?

Kenalilah apa yang menjadi penyebab kegelisahan kita! Mungkin karena dosa: sesuatu yang kita perbuat melanggar firman Tuhan, atau menyakiti sesama manusia. Hanya pertobatan sungguh-sungguh yang dapat memulihkan perasaan bersalah yang menekan hati nurani kita. Mulailah dengan meminta ampun kepada Tuhan, lalu upayakan memperbaiki kesalahan yang kita lakukan kepada orang lain. Bangun kembali relasi yang benar dan akrab dengan Tuhan maka kita bisa kembali menikmati tidur nyenyak kita.

Bisa terjadi masalah bertubi-tubi menimpa kita padahal kita hidup sesuai firman Tuhan. Sementara orang lain justru memfitnah kita secara keji seakan-akan masalah itu hadir disebabkan dosa kita (ayat 3, 7). Tak heran kalau kita tertekan, marah, tidak terima, dan ingin membalas. Nasihat pemazmur patut kita resapkan dalam hati (ayat 5): biarpun marah, tetaplah kendalikan emosi sehingga tidak sampai menghujat. Sebaliknya, berdoalah dalam hati, serahkan perasaan kita pada Tuhan agar kemarahan reda, sehingga tidur menyelimuti kita.

Berdoalah sebelum kita mengakhiri hari ini. Belajarlah menyerahkan semua kekhawatiran, kegelisahan, dan kekecewaan kita kepada Tuhan. Percayalah dan berpeganglah pada janji firman-Nya bahwa Tuhan mengasihi dan peduli pada kita (ayat 4). Ingatlah bahwa Tuhan Yesus dulu pernah mengalami pergumulan serta pencobaan melawan dosa, dan Dia menang (Ibr. 4:15). Kuasa kemenangan-Nya atas dosa akan memampukan kita mengatasi semua pergumulan kita. Bersama Yesus, kita mengarungi badai kehidupan hari lepas hari. Bersama Yesus kita bisa tidur nyenyak setiap malam. (Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Pengalaman masa lalu membuat pemazmur percaya bahwa Allah kembali akan memenuhi kebutuhannya yang paling mendalam. Kepercayaan yang tidak tergoyahkan kepada Allah. Banyak orang tidak puas dan bersikap pesimis, mereka tidak memiliki kegembiraan yang dimiliki oleh pemazmur. Berbeda dengan kaum pesimis ini, penulis Mazmur mengetahui bahwa pertolongan Allah pada saat-saat susah memberikan lebih banyak sukacita daripada panen yang berhasil. Mazmur ini diakhiri dengan gambaran tentang tidur tenang yang hanya mungkin dialami oleh orang yang mengenal pemeliharaan Allah melalui pengalaman pribadi.


                           













 


a

LOGO






 

Sola Scriptura