Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Yang lemah dikuatkan

Doa seperti apa yang didengar Tuhan? Tentu bukan doa yang semata-mata meminta-minta demi kepentingan diri sendiri. Apalagi doa yang berisikan klaim-klaim janji Allah, seakan-akan Allah berhutang kepada kita untuk mengabulkan doa kita. Mazmur ini mengajar dan mengajak kita berdoa secara tepat.

Doa yang Tuhan dengar adalah doa yang datang dari kerendahan hati. Salah satu wujud kerendahan hati adalah memiliki sikap peduli pada orang yang lemah (ayat 2a). Sikap itu muncul karena ia sendiri sadar bahwa dirinya penuh kelemahan dan butuh pertolongan juga. Doa orang yang seperti ini pasti diperkenan Tuhan. Sikap seperti ini menyatakan keterbukaan untuk menerima tangan pengasihan Tuhan yang siap menolong dia.

Sikap rendah hati ini juga ditunjukkan pemazmur dalam bagian selanjutnya (ayat 5-10). Di hadapan Tuhan ia menyadari dosa-dosanya. Ia mengakui bahwa ia tak sanggup menghadapi para musuh yang merencanakan kecelakaannya dan yang menertawakan penyakitnya. Sangat mungkin mereka menghinanya dengan mengatakan bahwa ia sakit karena Tuhan menulahinya. Yang lebih menyakit-kan adalah ketika sahabat karib sendiri mengkhianatinya (ayat 10).

Dengan penuh keberanian, pemazmur meminta pertolongan Tuhan agar ia sanggup menghadapi para musuhnya. Keberanian itu bukan muncul dari kesombongan, sebaliknya dari sikap yang rendah hati dan tulus (ayat 13). Dengan kata lain, pemazmur percaya bahwa Tuhan melihat motivasi hatinya dan berkenan kepada dia.

Mazmur ini ditutup dengan suatu pujian (ayat 14), yang sekaligus menutup rangkaian buku pertama mazmur-mazmur (ayat 1-41). Rangkaian mazmur yang didominasi permohonan ini ditutup dengan satu kesimpulan, bahwa Tuhan berkenan mendengar dan menjawab doa yang tulus dan dipanjatkan dalam kerendahan hati. Orang-orang seperti itulah yang akan mendapatkan pertolongan Tuhan pada waktunya. (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Ucapan syukur karena disembuhkan dan dibenarkan di sini, seorang yang baru sembuh dari penyakit serius mengekspresikan ucapan syukurnya. Renungan tentang Kelepasan dari Allah. Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah ! Ucapan bahagia ini berkaitan dengan "Berbahagialah orang yang murah hatinya" dalam Khotbah di Bukit. Orang seperti itu dilepaskan, dipelihara, diberkati, dan dikuatkan oleh Allah. Pemazmur melihat dirinya sebagai gambaran dari persoalan yang dikemukakannya. Perhatikan bahwa pengakuan dosanya membuat doa itu sempurna. Doa memohon Pembalasan. Tegakkanlah aku, maka aku hendak mengadakan pembalasan terhadap mereka. Dia meminta kekuatan untuk melakukannya sendiri! Hanya melalui kemenangan seperti itulah dia dapat merasa yakin akan kebaikan Allah. Ucapan berkat. Terpujilah, tuhan.
















 


a

LOGO






Sola Scriptura