Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Sang Mesias dan mempelai-Nya

Nas ini menggambarkan seorang raja agung pada hari pernikahannya. Sang raja digambarkan sebagai yang terelok, penuh kemurahan, dan diberkati Allah (ayat 3). Ia juga digambarkan sebagai pahlawan agung yang menegakkan kebenaran dan keadilan (ayat 4-5). Ia akan menghancurkan musuh-musuhnya dan akan menaklukkan segala bangsa di bawah kakinya (ayat 6). Raja yang digambarkan demikian agung dan mulia tentu merupakan raja yang sangat luar biasa. Ayat 7 secara harfiah berkata "Takhtamu ya Allah, tetap untuk sete-rusnya dan selamanya" (LAI menerjemahkannya sebagai "Takhtamu kepunyaan Allah . . . ."). Ternyata raja yang dimaksud adalah Allah sendiri. Dengan demikian mazmur ini adalah mazmur mesianik, yang menunjuk kepada Kristus.

Sang mempelai wanita digambarkan tunduk kepada sang mempelai pria sebagai raja dan tuannya (ayat 12), dan bukan lagi kepada bangsanya dan seisi rumah ayahnya (ayat 11). Dengan menundukkan diri kepada sang calon suami, sang mempelai wanita mendapat kehormatan karena orang-orang yang tunduk kepada suaminya juga tunduk kepada dia dan membawa banyak hadiah (ayat 13). Sang mempelai wanita dibawa ke hadapan sang mempelai pria dalam keindahan dan keagungan, serta dengan teriakan sukacita (ayat 14-16). Mempelai pria kemudian dijanjikan masa depan yang penuh dengan anak-anak yang akan memerintah di seluruh bumi dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (ayat 17-18).

Karena merupakan mazmur mesianik, ini merupakan gambaran ketika Gereja sebagai mempelai wanita akan dipersembahkan kepada Sang Raja yang adalah mempelai pria. Sang mempelai wanita akan dipersembahkan sebagai perawan suci kepada Kristus (ayat 2 Kor. 11:2). Gereja akan diberikan kehormatan yang luar biasa dan akan memerintah bersama-sama Sang Raja (ayat 2 Tim. 2:12).

Kitalah Gereja yang akan dipersiapkan menjadi mempelai Yesus Kristus yang kudus dan mulia. Maka menjadi bagian kitalah untuk memelihara kehidupan yang kudus dan mulia.
(Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:

Persembahan Nyanyian. Aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja. Karena hati pemazmur sedang meluap, dia mempersembahkan nyanyian gubahannya sendiri ini untuk sang raja. Pujian untuk Mempelai Laki-laki. Engkau yang terelok. Penampilannya ganteng; bicaranya anggun; sikapnya agung; pemerintahannya adil; kekuatan militernya dahsyat; keputusan-keputusannya secara rohani adalah benar; pakaiannya dan istananya anggun (agung). Jika yang dimaksud oleh ayat Mzm 45:6a adalah seorang raja manusia, maka itu mungkin bisa diterjemahkan Takhtamu seperti kepunyaan Allah. Dalam Ibr 1:8,9 kata-kata itu dipakai untuk Kristus, sesuai dengan arti harfiahnya, "Takhta-Mu, ya Allah."















 


a

LOGO






Sola Scriptura