Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Yakin akan kuasa tuhan

Orang percaya kadang-kadang juga mengalami kesulitan dan penganiayaan. Namun kita tidak perlu kecil hati dalam menghadapi kesulitan hidup karena Allah kita adalah Allah yang melindungi dan menolong umat-Nya.

Nas hari ini menunjukkan kuasa Allah secara progresif: melampaui alam (ayat 2-4), melindungi kota-Nya dari serangan musuh (ayat 5-8), dan atas seluruh bumi yang sedang berperang (ayat 9-12). Kita pasti masih mengingat bencana tsunami yang begitu mengerikan. Namun sedahsyat apapun suatu bencana, pemazmur tidak takut karena ia tahu dan yakin bahwa kuasa Allah melampaui kekuatan alam. Ia tahu bahwa ia dapat berlindung pada Allah (ayat 2).

Allah juga digambarkan sebagai kota benteng umat-Nya (ayat 8). Karena Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang bahkan ketika bangsa-bangsa menyerang. Dengan tegas pemazmur mengontraskan kota Allah yang tidak akan goncang (ayat 6) walau kerajaan-kerajaan goncang (ayat 7) dan sekalipun gunung-gunung goncang (ayat 3). Pemazmur memberi penekanan pada kuasa Allah dengan menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang Maha Tinggi (ayat 5) dan Tuhan semesta alam (ayat 8). Allah Maha Tinggi menekankan Allah yang berkuasa atas segala kerajaan di muka bumi (Dan. 4:17). Tuhan semesta alam menyatakan Allah yang memiliki tentara malaikat dalam jumlah besar (band. 1 Raj. 22:19). Itulah sebabnya pemazmur merasa aman. Pada bagian terakhir Allah digambarkan sebagai Allah yang menghentikan segala peperangan di bumi (ayat 9). Ia adalah Allah yang berkuasa atas segala kerajaan di bumi. Karenanya Allah ditinggikan di antara bangsa-bangsa, di-tinggikan di bumi (ayat 11).

Kita memiliki Allah yang begitu dahsyat, yang menguasai bangsa-bangsa bahkan seluruh alam. Bukankah seharusnya kita merasa aman dalam perlindungan-Nya? Meneladani pemazmur, marilah kita hidup dengan penuh keyakinan akan pertolongan dan perlindungan Allah kita. Ia adalah Allah yang tidak terkalahkan. (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:
"Allahku Benteng yang Teguh" ("A Mighty Fortress Is Our God"). Gagasan tentang malapetaka berskala dunia diambil dari tulisan-tulisan para nabi. Itu memberikan latar belakang untuk meyakinkan bangsa tersebut bahwa Allah akan hadir, apa pun yang terjadi. Pelepas Kita. Allah akan menolongnya. Berbeda dengan air yang goncang, ada sungai yang memberikan kehidupan bagi Yerusalem, sebab Allah di tengah-tengah mereka. Perdamaian Kita: Yang menghentikan peperangan. Hasil dari pertempuran pada akhir zaman ialah kemenangan dan berakhirnya peperangan. Frasa indah, Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah, mengandung ide tentang menahan diri dari perjuangan yang sia-sia serta kurangnya keyakinan. Refreinnya diulangi untuk menunjukkan bahwa keyakinan kepada Allah ini akan berjaya.















 


a

LOGO






Sola Scriptura