Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Aman dalam perlindungan Allah

Kaitan erat mazmur ini dengan mazmur sebelumnya menunjukkan bahwa kota yang diceritakan itu barangkali adalah Yerusalem pada akhir zaman, sebagai pusat kerajaan Mesias.

"Allah adalah kasih", itulah pernyataan yang agung dan sangat berharga bagi kita sebagai umat Allah. Namun sayangnya banyak orang percaya kemudian mendenifisikan kasih Allah sebagai kasih yang memanjakan, yang tidak menuntut, dan yang membiarkan kejahatan tidak dihukum. Nas hari ini menunjukkan bahwa Allah kita adalah Allah yang menegakkan keadilan dan memberikan penghakiman yang dahsyat kepada orang-orang fasik.

Saat murka Allah dinyatakan maka kegentaran menimpa raja-raja yang berkumpul melawan Dia (ayat 5-7). Kesakitan yang dahsyat menimpa raja-raja tersebut sehingga dikatakan mereka kesakitan seperti perempuan yang akan melahirkan (ayat 7). Murka Allah tersebut disambut baik oleh umat Allah dan mereka pun memuji Allah yang telah menegakkan keadilan (ayat 11).

Umat bersorak-sorai karena penghukuman Tuhan atas bangsa-bangsa itu (ayat 12). Mereka memuji Allah, yang telah me-lepaskan Sion dari musuh-musuhnya. Yerusalem menjadi aman karena berkat dan perlindungan Allah. Sejak semula Allah memang selalu menyelamatkan umat-Nya dengan menghakimi bangsa-bangsa dan orang-orang fasik. Allah menyelamatkan umat Israel dari perbudakan Mesir dengan menjatuhkan 10 tulah atas orang Mesir dan menenggelamkan kereta-kereta kuda Mesir di Laut Merah.

Banyak orang yang mencela tindakan Allah yang memerintahkan bangsa Israel menumpas habis orang Kanaan. Na-mun kita harus menyadari bahwa dalam hal ini, Allah sedang menyatakan keadilan dan penghakiman kepada orang Kanaan (band. Kej. 15:16). Begitu pula dalam nas hari ini pemazmur dan umat Allah melihat murka Allah terhadap bangsa-bangsa sebagai suatu penegakan keadilan dan mereka bersukacita atas tindakan Allah yang Maha Adil. Kita harus dapat melihat bahwa selain penuh kasih, Allah juga adil, Ia akan menghukum setiap kejahatan dengan keras. Allah yang demikian seharusnya memberi rasa aman dan penghiburan bagi kita yang berlindung pada-Nya. (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:
Konsep tentang Allah sebagai Tempat Perlindungan (Benteng) dalam Mzm 46 dan sebagai Raja dalam Mzm 46; 47 disatukan dalam mazmur ini. Mazmur ini pasti digunakan dalam kaitannya dengan perayaan penting, ketika kepada para peziarah yang baru pertama kali berkunjung diperlihatkan kota Allah. Kota Allah kita. Dua tema dalam bagian ini-kebesaran Allah dan kemuliaan kota-Nya, saling melengkapi. Bukan saja Tuhan itu besar, Dia adalah Raja Besar dan layak sekali dipuji. Kaitan erat mazmur ini dengan mazmur sebelumnya menunjukkan bahwa kota yang diceritakan itu barangkali adalah Yerusalem pada akhir zaman, sebagai pusat kerajaan Mesias. Pujian kepada Allah Kita. Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia. Walaupun mazmur ini diawali dengan pujian "di kota Allah kita," mazmur ini berlanjut dengan pujian sampai ke ujung bumi dalam ayat 10. Tiap-tiap tempat suci mengingatkan mereka bahwa Allah akan membimbing mereka, sebagaimana Dia telah membimbing nenek moyang mereka.















 


a

LOGO






Sola Scriptura