Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 

Bacaan Alkitab – renungan harian – meditasi – reformed – alkitab – pelajaran alkitab – teologi – membahas alkitab – membaca alkitab – meditasi alkitab – katekismus heidelberg – kumpulan doa – mazmur – roh kudus – tritunggal – ringkasan khotbah – imansejati – belajar alkitab – saat teduh – kehidupan rohani – bertobat – hati baru – mengasihi tuhan – berdoa – sembhyang – orang kristen – protestan – kristen sejati – kehidupan yang kekal – surga – yesus juru selamat – Allah Tritunggal – Allah bapa - Allah Anak - roh kudus – Roh Allah – kasih tuhan – kasih Allah – maranata – Allah yang ajaib – Raja Damai – Salib – salib Kristus – diselamatkan – akan selamat – percaya – iman – iman yang sejati – hidup baru – Sang Raja – Firman Allah – terang manusia – Yohanes – Domba Allah – Roti hidup - Lihatlah Anak domba Allah – Mesias – Kitab Taurat – Yesus dari Nazaret – Anak Manusia – Yesus bangkit – Yesus di Kana – hari Paskah – dilahir kembali – lahir kembali – melahir kembali – Kerajaan Allah – Malaekat Tuhan – kebenaran Alkitab – murid Allah - percayalah kepada-Ku - Kitab-kitab Suci - Akulah roti hidup – hari Sabat – kebangkitan Yesus – Bait Allah – Mesias akan datang – Wahyu dari Yohanes – hukum Taurat – Gembala yang baik – Kayafas – hati nurani – Bapa di surga – Firman Tuhan – dosa – dosa-dosa – berdosa - Pilatus menyerahkan Yesus - Ia harus bangkit dari antara orang mati
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Akhir hidup orang fasik

Pengkhotbah mengatakan: "Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat" (Pkh. 8:11). Apa yang dikatakan pengkhotbah masih relevan pada zaman ini. Banyak orang fasik yang belum mendapat penghakiman, tetapi hidup dalam kemakmuran dan kemuliaan. Namun nas hari ini mengingatkan kita bahwa walaupun mereka terlihat hidup dengan berbahagia, tetapi sesungguhnya akhir hidup yang mengerikan sedang menanti orang fasik.

Nas hari ini adalah mazmur hikmat, yang hendak mengajarkan hikmat untuk direnungkan oleh setiap orang, baik hina maupun mulia, baik kaya maupun miskin (ayat 2-5). Pemazmur mau mengajarkan bahwa mereka yang memercayakan diri pada harta bendanya tetap tidak dapat membebaskan diri dari kematian karena mereka tidak dapat memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawa mereka (ayat 6-10). Ironisnya mereka harus meninggalkan seluruh harta kekayaan mereka pada waktu mereka meninggal (ayat 11-13). Orang semacam ini akan tetap diam dalam dunia orang mati (ayat 14-15), sedangkan pemazmur sebagai umat Allah akan ditarik dari cengkeraman dunia orang mati (ayat 16). Karena itu pemazmur menasihatkan agar tidak perlu takut bila seorang menjadi kaya (ayat 17). Mengapa pemazmur meminta kita jangan takut dan bukan jangan cemburu? Karena orang kaya yang digambarkan di sini adalah orang kaya yang menganiaya dan mengejar orang-orang benar (ayat 6). Orang kaya yang semena-mena ini, pada akhirnya juga pasti akan mati dan tidak akan melihat terang untuk seterusnya (ayat 18-20). Bahkan bagaimanapun gemilangnya ia semasa hidup, jika tidak memiliki hikmat, ia akan disamakan dengan hewan yang dibinasakan (ayat 21).

Maka marilah kita sadari bahwa bagaimanapun kehebatan orang fasik yang kaya dan berkuasa, pada akhirnya mereka harus menerima hukuman. Karena itu kita tidak perlu takut pada mereka. Marilah kita bertekad untuk takut hanya kepada Allah, dan bukan takut kepada manusia.
(Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:
Di seluruh bagian mazmur ini terkandung maksud mendidik, sesuai dengan maksud para penulis Hikmat. Hal yang menarik adalah dia menggunakan kecapi untuk mengiringi perkataan-perkataannya, sebab hal itu bukan praktik yang lazim untuk menyampaikan ajaran jenis ini. Dengan cara yang berbeda, pemazmur membicarakan masalah yang sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu kemakmuran orang fasik. Dia berkata, mengapa khawatir? Dia tidak pernah menuduh Allah tidak adil, tetapi selalu menunjuk pada nasib orang-orang yang mengandalkan harta benda mereka. Semua orang pasti akan mati dan semua pasti tidak akan membawa harta benda mereka. Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya (Their graves are their houses forever). Ramalan mengenai nasib pribadi pemazmur yang berbeda dengan nasib orang-orang kaya yang fasik. Ia akan menarik aku. Refrein dari ayat Mazmur 49:13 dipakai lagi sebagai gagasan penutup.















 


a

LOGO






Sola Scriptura