Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 

Bacaan Alkitab – renungan harian – meditasi – reformed – alkitab – pelajaran alkitab – teologi – membahas alkitab – membaca alkitab – meditasi alkitab – katekismus heidelberg – kumpulan doa – mazmur – roh kudus – tritunggal – ringkasan khotbah – imansejati – belajar alkitab – saat teduh – kehidupan rohani – bertobat – hati baru – mengasihi tuhan – berdoa – sembhyang – orang kristen – protestan – kristen sejati – kehidupan yang kekal – surga – yesus juru selamat – Allah Tritunggal – Allah bapa - Allah Anak - roh kudus – Roh Allah – kasih tuhan – kasih Allah – maranata – Allah yang ajaib – Raja Damai – Salib – salib Kristus – diselamatkan – akan selamat – percaya – iman – iman yang sejati – hidup baru – Sang Raja – Firman Allah – terang manusia – Yohanes – Domba Allah – Roti hidup - Lihatlah Anak domba Allah – Mesias – Kitab Taurat – Yesus dari Nazaret – Anak Manusia – Yesus bangkit – Yesus di Kana – hari Paskah – dilahir kembali – lahir kembali – melahir kembali – Kerajaan Allah – Malaekat Tuhan – kebenaran Alkitab – murid Allah - percayalah kepada-Ku - Kitab-kitab Suci - Akulah roti hidup – hari Sabat – kebangkitan Yesus – Bait Allah – Mesias akan datang – Wahyu dari Yohanes – hukum Taurat – Gembala yang baik – Kayafas – hati nurani – Bapa di surga – Firman Tuhan – dosa – dosa-dosa – berdosa - Pilatus menyerahkan Yesus - Ia harus bangkit dari antara orang mati
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Penghukuman Allah

Hukuman adalah perlakuan Allah kepada manusia yang perbuatannya melanggar hukum Allah atau hidup dalam ketidakbenaran. Hukuman ditujukan pertama-tama untuk umat Tuhan sendiri agar menyadari bahwa hidup mereka harus selaras dengan kekudusan Tuhan. Hukuman seperti itu merupakan alat pendisiplinan menuju kepada pertobatan. Terhadap orang yang hidup di luar Tuhan dan yang menolak mengakui Dia sebagai yang berdaulat mengatur hidupnya, hukuman adalah pembalasan setimpal.

Tuhan menghukum dengan berbagai cara. Pertama, dengan menggunakan seperangkat hukuman yang sudah diaturkan dalam hukum-hukum-Nya. Bagi umat Israel, misalnya, saat mereka tidak setia kepada Tuhan dengan menyembah Baal, Tuhan menyerahkan mereka kepada malapetaka alam bahkan penjajahan bangsa lain. Kedua, Tuhan bisa juga menimpakan akibat keberdosaan mereka sebagai hukuman yang memperberat penderitaan mereka. Misalnya orang yang bermain-main kekudusan Allah dihukum dengan semakin terjebak dalam kehidupan yang najis (Roma 1:24-32).

Penghukuman Allah bisa bersifat masa kini dan temporer. Hukuman dijatuhkan untuk suatu jangka waktu tertentu. Bila seseorang sudah selesai dihukum, Tuhan akan memulihkan. Penyesalan dan pertobatan menjadi respons yang tepat bagi anugerah pengampunan. Namun bila seseorang mengeraskan hati, tidak mau bertobat, Allah bisa menjatuhkan vonis yang final. Pada saat itu pengampunan telah tertutup. Penghukuman Allah seperti ini bersifat masa akan datang dan kekal.

(Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:
Karakter Lawan. Engkau mencintai yang jahat. Celaan ini ditujukan kepada seorang lalim lagi sombong, yang lidahnya tampaknya merupakan senjatanya. Ketamakannya, kelicikannya dan dustanya, semua bersumber dari lidahnya yang seperti pisau cukur. Pembalasan Allah. Tetapi Allah akan merobohkan engkau. Ini adalah pemberitahuan pemazmur, tetap ditujukan kepada orang lalim yang sombong tersebut. Kebinasaan dijelaskan dalam ayat 7. Pemazmur yakin bahwa orang benar akan melihat kebinasaan ini. Keyakinan pemazmur. Aku percaya akan kasih setia Allah. Sementara orang lalim mengandalkan kekayaannya, pemazmur mempunyai kemantapan untuk percaya mutlak kepada Allah. Mungkin di halaman Bait Suci tumbuh pohon zaitun yang menghijau; atau mungkin pemazmur menekankan kekuatannya di dalam Tuhan dengan memakai dua kiasan-seperti pohon zaitun yang menghijau dan di dalam rumah Allah.














 


a

LOGO






Sola Scriptura