Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 

Bacaan Alkitab – renungan harian – meditasi – reformed – alkitab – pelajaran alkitab – teologi – membahas alkitab – membaca alkitab – meditasi alkitab – katekismus heidelberg – kumpulan doa – mazmur – roh kudus – tritunggal – ringkasan khotbah – imansejati – belajar alkitab – saat teduh – kehidupan rohani – bertobat – hati baru – mengasihi tuhan – berdoa – sembhyang – orang kristen – protestan – kristen sejati – kehidupan yang kekal – surga – yesus juru selamat – Allah Tritunggal – Allah bapa - Allah Anak - roh kudus – Roh Allah – kasih tuhan – kasih Allah – maranata – Allah yang ajaib – Raja Damai – Salib – salib Kristus – diselamatkan – akan selamat – percaya – iman – iman yang sejati – hidup baru – Sang Raja – Firman Allah – terang manusia – Yohanes – Domba Allah – Roti hidup - Lihatlah Anak domba Allah – Mesias – Kitab Taurat – Yesus dari Nazaret – Anak Manusia – Yesus bangkit – Yesus di Kana – hari Paskah – dilahir kembali – lahir kembali – melahir kembali – Kerajaan Allah – Malaekat Tuhan – kebenaran Alkitab – murid Allah - percayalah kepada-Ku - Kitab-kitab Suci - Akulah roti hidup – hari Sabat – kebangkitan Yesus – Bait Allah – Mesias akan datang – Wahyu dari Yohanes – hukum Taurat – Gembala yang baik – Kayafas – hati nurani – Bapa di surga – Firman Tuhan – dosa – dosa-dosa – berdosa - Pilatus menyerahkan Yesus - Ia harus bangkit dari antara orang mati
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Hukuman bagi orang fasik

Ketika kita melihat kejahatan dan penindasan yang dilakukan orang fasik, mungkin kita bertanya-tanya, mengapa ada orang yang sama sekali tidak takut mendapat pembalasan dari Allah yang Maha Adil. Nas hari ini menunjukkan bahwa orang fasik memang tidak memiliki pengertian. Sebab itu mereka terus melakukan kefasikan tanpa memikirkan akibatnya. Namun pada akhirnya mereka akan dikejutkan oleh penghakiman Allah.

Orang bebal digambarkan sebagai orang yang berkata: "Tidak ada Allah!" (ayat 2). Namun pemazmur dengan indahnya menekankan bahwa sesungguhnya Allah itu ada. Dalam dunia kuno, semua orang percaya bahwa Allah itu ada. Namun dalam kehidupan praktis, orang bebal hidup seakan-akan tidak ada Allah. Mereka percaya bahwa mereka dapat melakukan kejahatan apapun dan tidak usah mempertanggungjawabkannya kepada Allah, karena Ia tidak peduli. Tidak mengherankan, perbuatan mereka diwarnai kecurangan dan penyimpangan. Tak ada seorang pun dari mereka yang mencari Allah, tak ada seorang pun yang berbuat baik (ayat 3-4).

Kebodohan orang fasik yang terutama adalah tidak menyadari bahwa Allah tidak akan berpangku tangan ketika melihat umat yang dikasihi-Nya dianiaya dan dihancurkan (ayat 5). Sebab itu mereka akan terkejut ketika Allah menghancurkan mereka (ayat 6). Orang fasik begitu bodohnya sampai tidak sadar bahwa mereka pasti akan mendapat hukuman Allah walau sebenarnya ini bukan merupakan kejutan (ayat 6). Seluruh umat manusia sesungguhnya sadar bahwa mereka harus memper-tanggungjawabkan perbuatan mereka kepada Allah. Namun orang fasik menindas kebenaran yang Allah berikan dengan kelaliman (band. Roma 1:18).

Memang banyak orang fasik yang kelihatannya hidup enak dari kejahatan mereka, tanpa mendapatkan hukuman. Namun kita harus percaya bahwa semua orang fasik pasti akan men-dapatkan pembalasan yang setimpal dari Allah. Maka tak perlu tergiur jadi seperti orang fasik.

(Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:
Kebejatan Orang Bebal. Tidak ada Allah. Pemakaian kata bebal (nabal) membuktikan bahwa yang mengucapkan itu bukan sekadar seorang ateis dalam teori, tetapi juga dalam kenyataannya; orang seperti ini hidup seolah-olah tidak ada Allah. Untuk semua maksud praktis Allah tidak membentuk pikirannya. Kata-kata busuk, jijik, dan bejat semua menunjuk pada kebejatan individu seperti itu, yang jelas digambarkan sebagai ciri khas Israel zaman tersebut. Orang-orang yang kurang memiliki kesadaran akan Allah ini, barangkali para imam, yang memakan roti sajian dan seharusnya berseru kepada Allah. Sebaliknya, mereka menjadi orang-orang yang melakukan kejahatan. Bukannya memimpin umat Allah, mereka justru mengganyang umat Allah. Harapan akan Kelepasan. Ya, datanglah …  Lampiran doa ini mungkin ditambahkan untuk maksud-maksud liturgis. Atau mungkin doa ini mengungkapkan. suatu harapan samar-samar dalam zaman yang gelap ini. Kapanpun ayat ini disusun, ayat ini berfungsi sebagai penutup yang tepat













 


a

LOGO






Sola Scriptura