Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 

Bacaan Alkitab – renungan harian – meditasi – reformed – alkitab – pelajaran alkitab – teologi – membahas alkitab – membaca alkitab – meditasi alkitab – katekismus heidelberg – kumpulan doa – mazmur – roh kudus – tritunggal – ringkasan khotbah – imansejati – belajar alkitab – saat teduh – kehidupan rohani – bertobat – hati baru – mengasihi tuhan – berdoa – sembhyang – orang kristen – protestan – kristen sejati – kehidupan yang kekal – surga – yesus juru selamat – Allah Tritunggal – Allah bapa - Allah Anak - roh kudus – Roh Allah – kasih tuhan – kasih Allah – maranata – Allah yang ajaib – Raja Damai – Salib – salib Kristus – diselamatkan – akan selamat – percaya – iman – iman yang sejati – hidup baru – Sang Raja – Firman Allah – terang manusia – Yohanes – Domba Allah – Roti hidup - Lihatlah Anak domba Allah – Mesias – Kitab Taurat – Yesus dari Nazaret – Anak Manusia – Yesus bangkit – Yesus di Kana – hari Paskah – dilahir kembali – lahir kembali – melahir kembali – Kerajaan Allah – Malaekat Tuhan – kebenaran Alkitab – murid Allah - percayalah kepada-Ku - Kitab-kitab Suci - Akulah roti hidup – hari Sabat – kebangkitan Yesus – Bait Allah – Mesias akan datang – Wahyu dari Yohanes – hukum Taurat – Gembala yang baik – Kayafas – hati nurani – Bapa di surga – Firman Tuhan – dosa – dosa-dosa – berdosa - Pilatus menyerahkan Yesus - Ia harus bangkit dari antara orang mati
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Menyikapi ketidakadilan

Kebobrokan aparat pemerintah juga sudah terjadi pada zaman Daud. Bagaimana reaksi Daud? Ia marah kepada para penguasa yang telah berlaku lalim dan tidak adil (ayat 2). Mereka dengan sadar telah merancang dan melakukan ketidakadilan, kekerasan, dan kejahatan demi memuaskan keinginan mereka. Jabatan yang dipercayakan kepada mereka bukan dipergunakan untuk melayani dan menyejahterakan masyarakat, melainkan sebagai sarana untuk memuaskan hawa nafsu. Mereka memutuskan perkara sesuai kemauan hatinya dan bukan atas dasar keadilan dan kebenaran (ayat 3-6). Ditengah kondisi seperti itu, Daud berseru meminta Tuhan menghukum para penguasa yang lalim itu (ayat 7-10). Ia percaya bahwa Tuhan bertindak adil sehingga penguasa bobrok dihukum dan orang benar akan mendapat bagiannya (ayat 11-12).

Apa yang terjadi di zaman Daud tidak jauh berbeda dengan zaman kita sekarang ini. Akan sulit bagi kita mencari keadilan dan kebenaran di lembaga-lembaga pemerintahan. Mulai dari jual beli perkara, penyuapan, penyalahgunaan jabatan, hingga premanisme yang dilakukan atas nama agama. Lalu bagaimana kita, sebagai rakyat, harus bertindak? Apakah kita harus mendiamkan semua itu? Atau ramai-ramai mengadakan demonstrasi?

Sebagai orang percaya, kita harus berdoa untuk para penguasa lalim dan para penegak keadilan yang malah menginjak-injak kebenaran. Meskipun seandainya kita memiliki kuasa untuk menghukum mereka, kita harus terlebih dulu datang kepada Allah yang punya kuasa dan menyerahkan semua itu kepada Dia. Karena itu mari kita berdoa agar Tuhan menegakkan kasih dan keadilan-Nya di tengah-tengah bangsa kita.

(Sumber transkrip: Santapan Harian)


Tafsiran dari Wycliffe:
Protes Menentang Ketidakadilan  Ini adalah ratapan seorang yang marah karena kurang adanya keadilan di dunia. Dia melihat kelaliman dan penindasan sebagai kebiasaan di tengah masyarakat, bukan sebagai penyimpangan. Dunia yang Tidak Adil. Sesuai dengan niatmu kamu melakukan kejahatan. Seruan Meminta Pembalasan. Ya Allah, hancurkanlah gigi mereka. Dengan kata-kata yang tajam pemazmur menciptakan rangkaian metafora singkat dengan gigi-gigi singa, aliran air, siput, guguran kandungan perempuan, dan semak duri. Masing-masing hal itu dikatakan sebagai kutukan terhadap musuh-musuhnya yang tidak adil. Jadi, di sini ada tujuh macam kutuk berbentuk doa. Pemazmur merasa yakin bahwa orang-orang benar-yang dia wakili-akan melihat dan bersukacita atas kebinasaan sempurna dari para musuh yang tidak adil ini.












 


a

LOGO






Sola Scriptura