Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Menantikan keadilan Allah

Seperti apa rasanya dituduh melakukan sesuatu yang Anda tidak perbuat? Apalagi kalau tuduhan itu digemakan seakan-akan sudah terbukti. Bukankah fitnah seperti itu merusak dan membunuh karakter? Bagaimanakah kita beroleh pertolongan untuk memulihkan nama baik yang sudah terlanjur rusak?

Mazmur ini tidak menjelaskan tuduhan apa yang dilakukan Kusy, si orang Benyamin, terhadap Daud. Nama ini tidak muncul di tempat lain dalam Alkitab. Namun mungkin sekali tuduhan Kusy sama seperti tuduhan beberapa orang keturunan Saul, yakni bahwa Daud telah merampas takhta Saul (ayat 2 Sam. 16:5-8) dan memperlakukan keturunan Saul dengan tidak adil (ayat 20:1).

Menghadapi fitnahan Kusy, yang Daud lakukan pertama kali adalah mencari perlindungan pada Tuhan (Mzm. 7:2-11). Daud tahu bahwa ia tidak bersalah seperti tuduhan Kusy. Oleh karena itu permohonan Daud adalah agar Tuhan bertindak adil menyatakan kebenarannya (ayat 4-6), serta menghukum mereka yang memperlakukan dia secara tidak adil (ayat 7). Keadilan Tuhan akan menempatkan masalah secara proporsional dan tepat. Tuhan yang Mahaadil dapat diandalkan karena tidak ada yang dapat ditutupi di hadapan Tuhan. Tuhan juga akan membongkar kejahatan mereka yang memfitnah Daud. Hal ini menjadi peringatan keras buat orang-orang yang punya motivasi jahat. Tuhan dalam keadilan-Nya dapat membalikkan rencana jahat mereka menimpa diri mereka sendiri (ayat 13-17).

Dimulai dengan seruan minta tolong pada Tuhan, mazmur ini ditutup dengan ucapan syukur Daud karena Tuhan pasti berlaku adil terhadap dirinya dan orang-orang jahat yang memusuhinya. Oleh karena itu, saat kita difitnah orang lain, biarlah kita menyerahkan keadilan pada Tuhan. Cepat atau lambat Tuhan akan bertindak membela orang-orang yang menderita karena berbagai tindakan ketidakadilan yang dibuat oleh orang lain. (Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Mazmur ini terutama merupakan mazmur ratapan pribadi. Di dalam seruannya ini ada unsur membenarkan. Pemazmur sangat yakin bahwa dirinya tidak layak dianiaya seperti yang sedang ia alami. “Doa memohon penghakiman” (Bangkitlah, Tuhan). Hasilnya dapat dipastikan mengingat sifat dasar Allah itu sendiri. Orang benar terluput sedangkan orang fasik menderita murka Allah setiap hari. Tindakan. Allah menghakimi manusia yang tidak mau bertobat secara kiasan diutarakan sebagai sebuah pertempuran di bumi.
















 


a

LOGO






Sola Scriptura