Logo
Oleh-Dara-Nya

 

        

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan:  Mulia untuk memuliakan Allah

Mazmur pujian ini menfokuskan diri pada kemuliaan nama Yahweh (ayat 2, 10). Kemuliaan Yahweh nyata lewat karya-karya ciptaan-Nya yang begitu ajaib. Di dalam Perjanjian Lama, nama menyatakan karakter. Melalui mazmur 8, pemazmur hendak menegaskan bahwa Yahweh bukan hanya Allah Israel, tetapi Pencipta dan Pemilik seisi dunia dan bangsa-bangsa di dalamnya. Kemuliaan Yahweh semakin nyata justru lewat karya-Nya yang mulia, yaitu manusia (ayat 5). Apa kemuliaan manusia? Manusia diciptakan sebagai gambar Allah (ayat 6a, "hampir sama seperti Allah"; band. Kej. 1:26). Manusia satu-satunya makhluk ciptaan di dunia ini yang dapat berkomunikasi dengan Allah sebagai satu pribadi kepada Sang Pribadi sempurna. Manusia dikaruniai potensi Ilahi untuk mengembangkan diri agar hidupnya dapat dipakai oleh Allah. Lebih daripada itu, manusia dilengkapi dengan otoritas Ilahi untuk mengelola dunia ini atas nama Allah (dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat; 6b). Itu sebabnya, segenap makhluk ciptaan lain di alam semesta ini tunduk pada penguasaan manusia (ayat 7-9).

Bagaimana kita memuliakan Allah?

Pertama, lewat ibadah dan penyembahan, baik pribadi maupun bersama umat Tuhan. Nyatakan hormat dan sembah Anda lewat puji-pujian yang agung dan megah.

Kedua, lewat menghargai sesama manusia sebagai gambar Allah, termasuk menghargai segala potensi Ilahi yang ada di dalam diri manusia tersebut. Dengan mengembangkan hidup ini menjadi berkat untuk sesama, kita sedang menyaksikan kemuliaan Allah lewat kemuliaan ciptaan-Nya.

Ketiga, dengan berperan sebagai jurukunci yang baik bagi semua ciptaan Allah. Tugas kita adalah mengelola alam ini supaya menjadi wadah yang asri dan harmonis, seperti Taman Eden dulu. Mari bangkit dan bangun kembali lingkungan kita dengan memelihara kebersihannya, keseimbangan ekosistemnya, dan mengisinya dengan perilaku hidup yang mulia. 
(Sumber transkrip: Santapan Harian)

Tafsiran dari Wycliffe:

Manusia dilukiskan di pusat ciptaan Allah. Pertanyaan-pertanyaan dalam Mzm 8 ini dikutip di Ibr 2:6 dan seterusnya untuk melukiskan penghinaan dan peninggian Kristus.

Ibrani 2:6 Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Pujian yang tulus dari "bayi-bayi" ayat 2, sangat berbeda dengan rencana-rencana jahat dari musuh-musuh Allah. Seluruh bentangan langit di atas, betapa tidak berarti kelihatannya manusia. Kedudukan Manusia, “hampir sama seperti Allah”, dapat diterjemahkan, "sedikit lebih rendah dari ilahi." Tiga hal menunjukkan kedudukan manusia: hubungannya dengan Allah, martabatnya (kemuliaan dan kehormatan) serta kekuasaannya. Makhluk-makhluk hidup yang lain lebih rendah dari manusia. Refrein ayat 9 ini mengingatkan manusia kembali pada kemuliaan Allah agar tidak terlarut di dalam kemegahan dirinya. Manusia bermartabat, namun hanya Allah saja yang memiliki kemegahan.

                        












 


a

LOGO






Sola Scriptura